Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 13:06 WIB

Bea Cukai Terancam Pembekuan: Upaya Reformasi di Era Djaka Budi Utama

Author

Bea Cukai Terancam Pembekuan: Upaya Reformasi di Era Djaka Budi Utama

Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka Budi Utama, menanggapi ancaman yang dilayangkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengenai kemungkinan pembekuan instansi tersebut jika tidak ada perbaikan nyata.

Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain

Ujaran tersebut gunanya untuk mendorong reformasi internal dan memperbaiki citra lembaga yang telah lama dibebani stigma negatif di mata publik.

Respon Terhadap Ancaman Pembekuan

Djaka Budi Utama menegaskan bahwa ancaman pembekuan ini harus dilihat sebagai peringatan untuk melakukan perubahan yang lebih signifikan. "Yang pasti, Bea Cukai bahwa ke depannya, akan berupaya untuk lebih baik," ujarnya pada Rabu (3/12/2025).

Menurutnya, perubahan ini bukan semata-mata untuk memenuhi tuntutan dari pihak luar, tetapi lebih kepada tanggung jawab untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Dalam konteks ini, Djaka juga menggambarkan tantangan ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki citra Bea Cukai yang selama ini dinilai kurang baik.

Ia berharap perubahan yang dilakukan bukan hanya bersifat administratif, tetapi juga bersifat substansial.

Sejarah dan Pelajaran yang Dipetik

Djaka secara tegas menginginkan agar sejarah kelam antara tahun 1985 hingga 1995 tidak terulang kembali. Pada masa itu, banyak fungsi Bea Cukai dibekukan, dan kewenangan besar berpindah ke perusahaan swasta asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS).

Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City

"Apa yang menjadi sejarah kelam tahun 1985-1995 itu, kita tidak ingin itu terjadi ataupun diulangi oleh Bea Cukai," tambahnya, menekankan pentingnya menjaga integritas institusi.

Pentingnya pelajaran dari sejarah menjadi acuan utama dalam merancang langkah-langkah perbaikan di masa depan.

Djaka berkomitmen untuk membangun kembali kepercayaan publik, dengan memastikan transparansi dalam setiap proses yang dilakukan.

Langkah Perbaikan yang Dicanangkan

Djaka menekankan bahwa sudah ada beberapa langkah perbaikan yang dirancang, termasuk peningkatan budaya kerja di lingkungan Bea Cukai. "Tentunya masyarakat ketika kita melakukan pelayanan kepada masyarakat ketika ada ketidakpuasan, ya sedikit demi sedikit kita akan berupaya untuk memperbaikinya," jelasnya.

Dalam upaya meningkatkan efisiensi, pemanfaatan teknologi modern, termasuk Artificial Intelligence (AI), juga menjadi sorotan. Ini diharapkan dapat memperbaiki pengawasan kepabeanan di pelabuhan.

Djaka optimis bahwa melalui pendekatan yang konsisten dan terintegrasi, target-target reformasi yang diinginkan bisa tercapai.

Ia percaya bahwa setiap langkah kecil menuju perbaikan akan berkontribusi dalam menciptakan Bea Cukai yang lebih baik dan terpercaya di mata masyarakat.

Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU