Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 12:22 WIB

Fenomena Kehidupan Kosong di Era Modern: Mengapa Banyak yang Merasa Kehilangan Arti?

Author

Fenomena Kehidupan Kosong di Era Modern: Mengapa Banyak yang Merasa Kehilangan Arti?

Di tahun 2025, banyak orang melaporkan perasaan hidup yang ‘kosong’ meskipun mereka merasa kelelahan setiap hari. Fenomena ini menarik perhatian untuk diteliti, seiring kemajuan teknologi dan perubahan sosial yang cepat.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Berbagai faktor, mulai dari tuntutan kerja yang tinggi hingga pengaruh media sosial, berkontribusi pada kondisi ini. Meski tampak sepele, dampaknya bisa cukup besar bagi kesehatan mental masyarakat.

Tekanan Kerja yang Meningkat

Seiring dengan kemajuan teknologi, banyak pekerjaan mengharuskan karyawan untuk selalu terhubung, menciptakan budaya kerja 24 jam. Hal ini menyebabkan banyak orang merasa terjebak dalam rutinitas, tanpa waktu untuk istirahat yang cukup.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan peningkatan jumlah jam kerja yang tidak diimbangi dengan jam istirahat. Akibatnya, produktivitas menurun dan stres meningkat, membuat perasaan kosong semakin dalam.

Banyak pekerja merasa terbebani dengan ekspektasi yang tinggi dari atasan, di mana setiap kinerja harus selalu berada di puncak. Ini menciptakan siklus tekanan yang membuat mereka merasa lelah secara fisik dan mental.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dampak Media Sosial

Media sosial menjadi salah satu faktor signifikan dalam fenomena ini. Penggunaan platform ini sering kali membuat orang membandingkan diri mereka dengan kehidupan orang lain yang tampak lebih ideal.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa paparan konten positif yang berlebihan dapat menyebabkan perasaan tidak puas dan kehilangan makna dalam hidup. Pesan-pesan motivasi yang sebenarnya dimaksudkan untuk membangkitkan semangat justru bisa membuat seseorang merasa tertekan.

Akibatnya, orang lebih fokus pada citra diri mereka di media sosial, daripada menikmati momen nyata dalam hidup. Hal ini menyisakan perasaan kosong meski setiap harinya penuh dengan aktivitas.

Krisis Identitas dan Tujuan Hidup

Di tengah kenyataan modern, banyak individu mempertanyakan tujuan hidup mereka. Krisis identitas ini muncul karena tekanan untuk memenuhi standar sukses yang seringkali tidak realistis.

Banyak orang merasa terjebak dalam peran sosial yang tidak memuaskan, tanpa kejelasan mengenai apa yang benar-benar mereka inginkan dari hidup ini. Akibatnya, mudah bagi seseorang untuk merasa kosong, meskipun mereka mungkin sangat sibuk.

Fenomena ini tidak hanya terlihat pada kaum muda, tetapi juga pada usia dewasa yang lebih tua. Ketidakpuasan ini berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan mental yang lebih serius di masyarakat.

Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU