Kementerian Kesehatan Terbitkan Rilis Mend urgent Kebutuhan Tenaga Kesehatan Pasca Bencana di Aceh dan Sumatera Barat
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis informasi terkait kebutuhan mendesak di pengungsian akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera Barat. Jumlah tenaga kesehatan dan obat-obatan yang diperlukan semakin mendesak.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Dokter spesialis, perawat, dan ahli gizi kini menjadi prioritas utama untuk membantu para korban di lokasi bencana. Selain itu, kebutuhan akan masker, air bersih, dan vitamin juga sangat penting untuk mendukung pemulihan.
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Provinsi Aceh
Di Provinsi Aceh, Kementerian Kesehatan mencatat adanya kebutuhan mendesak akan berbagai jenis tenaga medis. Kebutuhan tersebut mencakup tiga dokter spesialis bedah, lima dokter spesialis penyakit dalam, dan 15 dokter umum.
Lebih lanjut, lokasi bencana juga sangat memerlukan 17 perawat, 12 bidan, serta enam ahli gizi untuk mendukung pemulihan kesehatan pengungsi. Keenam sanitarian yang terdaftar diharapkan dapat memberikan intervensi kesehatan lingkungan demi pencegahan penyakit.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Sumatera Utara - Tapanuli Tengah
Tapanuli Tengah di Provinsi Sumatera Utara juga menghadapi kebutuhan yang signifikan untuk tenaga kesehatan. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa perlunya 50 dokter umum, serta perawat dan bidan, sangat mendesak untuk membantu pelayanan kesehatan di pengungsian.
Kenaikan jumlah tenaga kesehatan dalam bentuk sanitarian juga diperlukan, dengan jumlah total 50 orang yang dibutuhkan untuk menjaga sanitasi dan kesehatan pengungsi.
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Sumatera Utara - Kota Sibolga dan Sumatera Barat
Kota Sibolga di Provinsi Sumatera Utara membutuhkan lima dokter spesialis bedah dan anestesi, serta 14 dokter umum untuk memenuhi permintaan kesehatan di wilayah ini. Permintaan terhadap perawat, bidan, ahli gizi, dan tenaga kesehatan lainnya juga menjadi fokus utama.
Di Sumatera Barat, dua dokter spesialis bedah dan enam dokter penyakit dalam dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan. Tambahan tenaga medis seperti perawat dan bidan juga perlu diperkuat, termasuk lima ahli gizi untuk mendukung nutrisi ibu dan anak di lokasi pengungsian.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: