Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 12:36 WIB

Operasional Bandara IMIP Tanpa Bea Cukai dan Imigrasi Menjadi Sorotan

Author

Operasional Bandara IMIP Tanpa Bea Cukai dan Imigrasi Menjadi Sorotan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah beroperasi tanpa kehadiran petugas Bea Cukai maupun Imigrasi.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat

Pernyataan ini semakin menambah sorotan publik terhadap bandara yang terletak di kawasan industri nikel, dianggap melanggar ketentuan negara.

Konfirmasi Menteri Keuangan

Dalam keterangannya, Purbaya mengakui bahwa bandara yang beroperasi di kawasan industri tersebut tidak memiliki perangkat negara. Ia berujar, "Kelihatannya seperti itu (tak ada bea cukai dan imigrasi), nanti kita lihat seperti apa sih ke depannya."

Purbaya juga menambahkan bahwa bandara tersebut mendapatkan izin khusus saat pertama kali beroperasi, meskipun tidak menyebutkan kementerian atau lembaga mana yang bertanggung jawab atas izin tersebut.

Ia menegaskan, "Kalau mau dikasih ya kita siap orangnya. Orang bea cukainya banyak kok. Imigrasi juga katanya." Pernyataan ini menunjukkan kesiapan kementerian untuk mengirimkan petugas jika diperlukan.

Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain

Sorotan Publik dan Anggota DPR

Bandara IMIP menjadi sorotan setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan keheranannya saat meninjau latihan TNI pada 19 November 2025. Ia menekankan bahwa tidak adanya aparat Bea Cukai dan Imigrasi merupakan kekhawatiran yang serius.

Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H. Kurniawan, mendorong mengusut tuntas akses terbatas menuju bandara tersebut. Ia menganggap situasi ini sangat aneh untuk fasilitas penerbangan sipil.

"Ini aneh. Negara ke mana selama ini? Saya minta diusut tuntas, siapa yang bermain. Jangan tebang pilih," tegas Kurniawan, menunjukkan ketidakpuasan terhadap pengawasan yang ada.

Dugaan Lemahnya Pengawasan Negara

Kurniawan menegaskan bahwa bandara tersebut telah beroperasi sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019, dan menilai aneh jika fasilitas ini tidak terpantau oleh aparatur negara selama bertahun-tahun.

"Ini sudah berlangsung cukup lama. Kenapa tidak ada kontrol negara? Atau jangan-jangan sudah dijual," pungkasnya, menunjukkan keprihatinannya terhadap situasi yang tidak seharusnya terjadi.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan negara di bandara IMIP, yang seharusnya menjadi fasilitas yang aman dan teratur.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Tembakan Gas Air Mata dan Provokasi di Depan Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU