Pada tahun 2026, tren perumahan di Indonesia diperkirakan akan didominasi oleh rumah modular dan konsep compact living, sebagai respons terhadap kebutuhan hunian yang efisien dan terjangkau.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Perkembangan ini muncul di tengah urbanisasi yang cepat, memicu semakin tingginya minat masyarakat terhadap model hunian yang lebih fleksibel dan ramah lingkungan.
Meningkatnya Permintaan Akan Rumah Modular
Rumah modular adalah hunian yang dibangun menggunakan komponen siap pakai yang dirakit di lokasi. Konsep ini memungkinkan proses konstruksi yang lebih cepat dibandingkan dengan metode tradisional.
Dalam menghadapi meningkatnya harga tanah di wilayah perkotaan, banyak pengembang mulai mengeksplorasi solusi hunian yang lebih praktis dan efisien.
Dengan biaya produksi yang lebih rendah, rumah modular juga menawarkan opsi terjangkau bagi konsumen. Menurut penelitian dari lembaga riset properti, 62% responden menunjukkan minat pada rumah modular sebagai solusi hunian masa depan, mencerminkan perubahan preferensi masyarakat.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Konsep Compact Living dan Keberlanjutan
Compact living menekankan pada pemanfaatan ruang yang efisien dengan ukuran hunian yang lebih kecil, membantu menghemat biaya sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Survei oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa 45% penduduk perkotaan lebih memilih hunian kecil yang mendukung gaya hidup minimalist, menandakan pergeseran paradigma dalam desain ruang hidup.
Arsitek dan desainer interior pun mulai menciptakan solusi inovatif untuk meningkatkan kenyamanan dalam ruang terbatas. Contohnya, penggunaan furniture multifungsi dan desain interior yang adaptif.
Dukungan Kebijakan Pemerintah dan Inovasi Teknologi
Pemerintah Indonesia mulai mengenali pentingnya inovasi dalam pembangunan perumahan. Kebijakan yang mendukung penggunaan teknologi baru dalam konstruksi menjadi fondasi bagi adopsi model hunian modern.
Teknologi prefabrikasi dalam rumah modular memungkinkan pengembang menciptakan unit hunian yang lebih presisi dan terjangkau, memberikan keuntungan bagi konsumen dan investor di sektor hunian.
Selain itu, inisiatif hijau dan keberlanjutan menarik perhatian, dengan banyak proyek baru yang menekankan penggunaan material ramah lingkungan dan sistem energi terbarukan.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: