Stroke dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan, mengancam jiwa dalam hitungan menit.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Kondisi ini kini tidak hanya mengintai orang tua, tetapi juga populasi yang lebih muda, terutama dengan adanya faktor risiko tersembunyi.
Pengenalan Penyakit Stroke
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat atau terjadi pendarahan di dalam otak, yang mengakibatkan kerusakan serius dalam waktu yang sangat singkat.
Dr. Sunil Kutty dari New Era Hospital mengungkapkan, 'Stroke membutuhkan penanganan yang tepat waktu. Pengenalan dini dapat membuat perbedaan besar dalam mencegah kecacatan atau kematian.'
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology pada tahun 2020 menunjukkan bahwa perawatan yang diberikan dalam waktu 0-90 menit setelah timbulnya gejala dapat meningkatkan prognosis pemulihan pasien dalam tiga bulan.
Kelambatan dalam penanganan dapat berakibat fatal, sehingga kesadaran akan gejala stroke harus ditingkatkan.
Faktor Risiko yang Sering Terlewat
Salah satu faktor risiko terbesar yang sering tidak disadari adalah obstructive sleep apnea (OSA).
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Menurut Dr. Amit Kulkarni dari Sakra World Hospital, OSA berkontribusi signifikan terhadap kejadian stroke pada individu muda. 'Sekitar 50-70 persen orang yang mengalami stroke juga mengidap apnea tidur. OSA kini diakui sebagai salah satu faktor risiko utama stroke berulang,' ungkapnya.
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada tahun 2005 menunjukkan bahwa OSA dapat meningkatkan risiko stroke atau kematian hingga hampir dua kali lipat.
Setelah memperhitungkan faktor risiko lain seperti hipertensi dan diabetes, dampak OSA tetap terlihat signifikan.
'Golden Time' dalam Penanganan Stroke
Pada stroke iskemik, pengencer darah harus diberikan tidak lebih dari empat setengah jam setelah gejala muncul.
Dalam kasus oklusi besar, prosedur trombektomi dapat diperlukan. Setiap detik keterlambatan dapat memperburuk dampak yang akan dialami oleh pasien.
Untuk stroke hemoragik, intervensi cepat juga sangat penting. 'Setiap menitnya sangat berharga. Maka dari itu, kenali tanda-tandanya tanpa menunda,' ujar Dr. Kutty.
Keterlambatan dapat meningkatkan risiko kematian dan kecacatan permanen, sehingga pengenalan tanda-tanda risiko seperti apnea tidur obstruktif harus mendapatkan perhatian serius.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: