Banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara telah mengakibatkan kerusakan parah, merusak ribuan rumah dan menghancurkan infrastruktur vital. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bencana ini telah membuat banyak warga terpaksa mengungsi.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz
Empat kabupaten yang terdampak, yakni Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, saat ini tengah berjuang menghadapi tantangan besar dalam pemulihan pasca bencana. Kerugian materiil yang signifikan juga tercatat, menambah penderitaan bagi masyarakat yang sudah terkena dampak.
Kondisi Terkini Wilayah Terdampak
Empat kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang terdampak bencana mencakup Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Banjir yang terjadi pada tanggal 24 dan 25 November 2025 ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang berkelanjutan.
Di Sibolga, beberapa wilayah paling parah terkena banjir termasuk Kelurahan Angin Nauli, Aek Muara Pinang, dan Pasar Belakang. BPBD mencatat bahwa banjir mengalir deras, menghancurkan rumah serta menyeret kendaraan milik warga.
Tanah longsor juga melanda daerah-daerah seperti Simare-mare dan Kebun Lada, mengganggu akses jalan dan berpotensi membawa kerugian lebih lanjut bagi warga. Satu orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara kerugian material termasuk 3 unit rumah dan 1 ruko.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Korban Jiwa dan Kerugian di Tapanuli Selatan
Di Tapanuli Selatan, dilaporkan delapan warga meninggal dunia dan 58 orang mengalami luka-luka. Kapusdatin dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa 2.851 warga terpaksa mengungsi pasca bencana.
Dampak bencana telah menyebar di sebelas kecamatan di Tapanuli Selatan. BPBD Tapanuli Selatan bersama tim gabungan saat ini tengah melakukan upaya pembersihan material longsor untuk mengembalikan akses jalan bagi warga.
Lebih dari tujuh puluh rumah dipastikan rusak akibat longsor dan banjir yang mengguyur, menambah beban bagi pemerintah daerah dalam menangani keadaan darurat.
Akses dan Mitigasi Bencana di Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah
Di Tapanuli Utara, banjir dan longsor menyebabkan dua jembatan terputus dan puluhan rumah rusak. BPBD setempat sedang melakukan pendataan dan merekomendasikan jalur alternatif sebagai jalan sementara bagi warga.
Di Tapanuli Tengah, sebanyak 1.902 unit rumah terkena dampak banjir yang melanda sembilan kecamatan. Tim BPBD telah mendirikan tenda pengungsi dan mendistribusikan bantuan kebutuhan pokok untuk warga terdampak.
Data yang ada saat ini bersifat sementara dan masih dapat berubah berdasarkan hasil kaji cepat lanjutan di lapangan. BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca dan mengikuti instruksi dari petugas untuk keselamatan.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: