Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 18:44 WIB

Banjir dan Longsor Melanda Sibolga, Jaringan Telekomunikasi Terputus

Author

Banjir dan Longsor Melanda Sibolga, Jaringan Telekomunikasi Terputus

Banjir dan tanah longsor baru-baru ini menginfeksi Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, memicu terputusnya jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat

Berdasarkan laporan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tapanuli Tengah, semua jaringan Telkomsel di daerah ini mengalami gangguan sejak siang hari.

Kejadian Banjir dan Longsor

Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah baru saja berhadapan dengan bencana alam yang serius. Tanah longsor di Dusun 1, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, mengakibatkan satu keluarga kehilangan nyawa.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa empat orang, termasuk seorang ibu dan tiga anaknya, ditemukan meninggal dunia. Hujan deras menjadi pemicu yang membuat tanah di sekitar daerah tersebut longsor.

Kondisi ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga, terutama bagi keluarga korban. Banjir yang melanda juga memperparah keadaan, menyulitkan evakuasi dan penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Liburan Sendirian di Kota-Kota Terbaik Indonesia

Pengaruh terhadap Jaringan Telekomunikasi

Akibat bencana ini, jaringan telekomunikasi di Sibolga dan Tapanuli Tengah terputus secara total. Sonny Juanda Nasution, Kepala Dinas Kominfo Tapteng, mengonfirmasi bahwa gangguan ini sudah berlangsung sejak pukul 11.00 WIB.

Putusnya komunikasi membuat pengumpulan data tentang dampak bencana menjadi terhambat. Upaya pengumpulan informasi mengenai luasnya kerusakan dan jumlah korban sedang dilakukan oleh pihak berwenang.

Dalam situasi seperti ini, akses komunikasi yang normal sangat penting untuk memastikan bantuan dan penanganan yang cepat bagi masyarakat yang terdampak.

Proses Evakuasi Korban

Proses evakuasi dilakukan oleh pihak kepolisian dan warga setempat, dimulai setelah kepala desa mencurigai kondisi rumah korban. Setelah pintu rumah didobrak, ditemukan satu kamar yang tertutup material longsor beserta korban di dalamnya.

Keempat korban yang dinyatakan meninggal termasuk Dewi Hutabarat (33), Tio Arta Rouli Lumbantobing (7), Vania Aurora Lumbantobing (4), dan Ilona Lumbantobing (3). Sementara itu, suami korban yang selamat tidak berada di rumah karena bekerja di luar kota.

Situasi ini menciptakan kesedihan mendalam di kalangan warga setempat, yang bersatu membantu dalam proses evakuasi dan penanganan korban.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU