Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 18:05 WIB

Tantangan Alzheimer di Indonesia: Mengupas Penyebab dan Pencegahan

Author

Tantangan Alzheimer di Indonesia: Mengupas Penyebab dan Pencegahan

Alzheimer tengah menjadi perhatian serius di Indonesia, dengan lebih dari 4,2 juta orang terdiagnosis, berdasarkan data Kementerian Kesehatan. Penyakit ini mengakibatkan penurunan fungsi kognitif yang signifikan di tengah populasi lanjut usia yang terus meningkat.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

DR. dr. Probosuseno, Sp.PD-KGer(K) dari UGM, mengungkapkan bahwa Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang berdampak pada memori dan kemampuan berpikir. Hal ini jelas memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Risiko dan Gejala Alzheimer

Alzheimer sering kali disebabkan oleh kerusakan pada jaringan otak yang mengganggu pengiriman sinyal saraf. Proses berpikir yang melambat akan berkorelasi langsung dengan kualitas hidup individu.

DR. Probo menjelaskan bahwa ada 15 faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan penderita Alzheimer. Di antara faktor ini, diabetes, hipertensi, gangguan pendengaran, dan kurangnya aktivitas fisik sangat mengkhawatirkan.

Walaupun tidak ada jaminan bahwa seseorang akan terkena Alzheimer, penting untuk memperhatikan faktor risiko ini. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran akan kondisi kesehatan yang ada.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS

Pentingnya Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik dianggap sebagai salah satu solusi efektif untuk menunda onset Alzheimer. Menurut DR. Probo, berjalan kaki selama 30 menit setiap hari dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan otak.

Ia menyarankan target langkah harian yang berbeda untuk kelompok usia. Lansia disarankan untuk melakukan antara 3.000 hingga 5.000 langkah, sementara individu yang lebih muda bisa melakukan 5.000 hingga 7.000 langkah.

Waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas fisik adalah antara pukul 07.00 hingga 10.00. Paparan sinar matahari di waktu ini berpotensi meningkatkan suasana hati dan kualitas tidur.

Metode Pencegahan 'MAS OK'

Sejalan dengan upaya pencegahan, DR. Probo memperkenalkan metode 'MAS OK'. Metode ini menekankan pentingnya kebiasaan membaca, aktivitas spiritual, serta keterlibatan dalam kegiatan seni dan sosial.

Metode ini tidak hanya merangsang fungsi otak, tetapi juga mendukung kesehatan mental secara keseluruhan. Ada pula pola hidup sehat yang disebut rumus 'OK' yang mencakup pengobatan rutin dan interaksi sosial yang berkelanjutan.

Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup dan mencegah gangguan kesehatan mental di masa depan.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU