Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 16:55 WIB

Gunung Semeru Mengalami Delapan Kali Erupsi, Status Waspada Ditetapkan

Author

Gunung Semeru Mengalami Delapan Kali Erupsi, Status Waspada Ditetapkan

Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami delapan kali erupsi pada Selasa, 25 November 2025.

Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan

Erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak ini diikuti dengan peringatan dari pihak berwenang untuk masyarakat sekitar.

Rincian Erupsi Gunung Semeru

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengungkapkan bahwa erupsi pertama terjadi pada pukul 00.20 WIB dengan kolom abu setinggi 700 meter di atas puncak.

Kolom abu yang terlihat berwarna putih hingga kelabu berarah ke utara, menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan.

Erupsi-eronya terjadi setiap beberapa menit, di mana letusan pukul 00.41 WIB mencapai tinggi 600 meter dan dilanjutkan dengan letusan setinggi 800 meter pada pukul 00.53 WIB.

Tidak berhenti di situ, letusan pada pukul 01.18 WIB teramati setinggi 400 meter, sebelum kembali meningkat menjadi 800 meter pada pukul 01.34 WIB. Letusan terakhir diumumkan mencapai tinggi 1.000 meter pada pukul 05.33 WIB.

Status dan Rekomendasi dari PVMBG

Pemantauan terkini menunjukkan bahwa status Gunung Semeru saat ini adalah Level IV atau Awas, menandakan adanya potensi bahaya yang serius.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi bagi masyarakat di sekitar untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 kilometer dari puncak gunung.

Masyarakat juga diminta untuk menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter, untuk mencegah dampak dari potensi awan panas dan lahar.

Langkah-langkah antisipasi ini bertujuan untuk menjaga keselamatan warga dari bahaya erupsi yang mungkin terjadi.

Waspada Terhadap Potensi Bahaya

Kewaspadaan di kawasan sekitar Gunung Semeru meningkat mengingat adanya potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar.

Area yang perlu diperhatikan termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil anak alirannya.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius delapan kilometer dari kawah, mengingat potensi lontaran batu pijar yang berbahaya.

Semua tindakan pencegahan ini diharapkan dapat melindungi masyarakat dari dampak yang dapat ditimbulkan akibat erupsi lebih besar.

Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU