Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 13:52 WIB

Kasus Penculikan dan Pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho: Pelaku Terungkap

Author

Kasus Penculikan dan Pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho: Pelaku Terungkap

Kasus penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho kini menemukan titik terang setelah penangkapan pelaku yang merupakan orang terdekat keluarga bocah enam tahun tersebut.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana

Alvaro yang hilang sejak Maret 2025 ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan jasadnya dibuang dengan keji di sekitar Jembatan Cilalay, Tenjo, Bogor.

Kronologi Penculikan dan Pembunuhan

Penculikan Alvaro Kiano terjadi pada 6 Maret 2025, saat ia beranjak ke Masjid Jami Al Muflihun di Bintaro, Jakarta Selatan, untuk melaksanakan salat Maghrib. Marbut masjid menyaksikan seorang pria yang mengaku sebagai ayah Alvaro bertanya mengenai keberadaan bocah tersebut.

Setelah dibawa pergi, Alvaro terlihat menangis mencari kakeknya. Pelaku kemudian membekap Alvaro hingga merenggut nyawanya, sebelum menyimpan jenazahnya di garasi rumah selama tiga hari.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

Pada 9 Maret 2025, jasad Alvaro dibuang secara sembarangan di Jembatan Cilalay, memperlihatkan tindakan keji yang dilakukan oleh pelaku.

Identifikasi dan Penangkapan Pelaku

Pelaku penculikan dan pembunuhan tersebut adalah Alex Iskandar, ayah tiri Alvaro, yang sebelumnya membantah keterlibatannya dalam kasus ini. Namun, kesaksian dari anak-anak di sekitar lokasi kejadian serta pengakuan marbut masjid yang mengenali suara Alex memicu penyidikan lebih lanjut.

Alex ditangkap pada 21 November 2025 di rumahnya di Tangerang, Banten. Proses pemeriksaan yang intensif membuat Alex akhirnya mengakui perbuatannya setelah semua bukti dihadapkan padanya.

Motif di Balik Tindakan Pelaku

Motif dari tindakan Alex berakar dari rasa dendam dan cemburu terhadap istrinya, ibu kandung Alvaro, yang bekerja di luar negeri. Sebelum penculikan, Alex bahkan mengirimkan pesan ancaman kepada istrinya.

Dalam proses penculikan, Alex mengaku berencana untuk membawa Alvaro membeli mainan. Namun, kekecewaan karena tangisan bocah tersebut mendorongnya untuk mengakhiri hidup Alvaro secara tragis, serta menyembunyikan jasadnya di garasi rumah tanpa menimbulkan kecurigaan.

Baca juga: Liburan Sendirian di Kota-Kota Terbaik Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU