Pada Oktober 2025, NASA mengumumkan bergabungnya Malaysia dan Filipina ke dalam Perjanjian Artemis, sebuah langkah penting dalam eksplorasi ruang angkasa global.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Bersama Hungaria, kedua negara tersebut merayakan peringatan lima tahun perjanjian ini dan menambah daftar negara yang berkomitmen terhadap penelitian luar angkasa.
Apa itu Perjanjian Artemis?
Perjanjian Artemis adalah inisiatif yang dipimpin oleh Amerika Serikat, dirancang untuk memandu eksplorasi luar angkasa dengan fokus pada Bulan dan Mars.
Tujuan utama dari perjanjian ini adalah menciptakan kerjasama internasional yang aman dan transparan. Sejak diluncurkan, perjanjian ini telah mengundang banyak negara untuk terlibat, mencapai total 59 negara.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Proses Penandatanganan Perjanjian
Malaysia dan Filipina secara resmi menandatangani Perjanjian Artemis saat kunjungan Presiden AS, Donald Trump, ke Kuala Lumpur untuk KTT tahunan ASEAN.
Dalam pernyataannya, Penjabat Administrator NASA Sean Duffy mengungkapkan, 'NASA menyambut baik penandatangan terbaru, yang partisipasinya memperkuat komitmen global terhadap eksplorasi yang bertanggung jawab.'
Komitmen terhadap Eksplorasi yang Aman
Duffy menegaskan bahwa keputusan untuk bergabung dengan Perjanjian Artemis mencerminkan komitmen bersama negara-negara terhadap eksplorasi luar angkasa yang aman dan damai.
Ia menambahkan, 'Perjanjian ini dapat membangun zaman keemasan eksplorasi ruang angkasa,' mencerminkan semangat kolaboratif yang semakin berkembang.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: