Presiden China Xi Jinping baru-baru ini melakukan panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas isu Taiwan, di tengah ketegangan yang meningkat antara China dan Jepang.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Panggilan ini dilakukan setelah beberapa pernyataan kontroversial dari para pemimpin Jepang mengenai posisi Taiwan, yang dianggap China sebagai bagian dari wilayahnya.
Adu Mulut Antara China dan Jepang
Ketegangan ini dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang menyebutkan bahwa Jepang akan melakukan intervensi militer jika Taiwan diserang.
China mengecam pernyataan tersebut, menilai bahwa langkah militer Jepang akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasionalnya.
Xi Jinping menekankan pentingnya kerjasama antara China dan AS, mengingat sejarah bersama mereka dalam melawan fasisme dan militerisme.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Posisi Amerika Serikat Terhadap Taiwan
Meskipun AS tidak mengakui Taiwan sebagai negara merdeka, negara ini tetap menjadi pemasok utama senjata bagi Taiwan dan salah satu mitra strategisnya.
Dalam percakapan dengan Xi, Trump menyatakan bahwa AS 'memahami betapa pentingnya masalah Taiwan bagi China,' yang menunjukkan kesadaran akan sensitivitas isu ini.
Ketegangan ini juga mencerminkan dinamika global yang lebih luas dan bagaimana tindakan suatu negara dapat memengaruhi stabilitas regional.
Respon Trump dan Dampak Jangka Panjang
Setelah percakapan, Trump menyebutkan bahwa hubungan AS-China 'sangat kuat,' meskipun tidak memberikan komentar langsung mengenai Taiwan.
Langkah ini menunjukkan upaya Trump untuk menjaga jalur komunikasi dengan China, meskipun ketegangan meningkat.
Sementara itu, Taiwan terus menegaskan haknya untuk menentukan masa depannya sendiri, menolak klaim yang dianggap mengancam kedaulatan pulau.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: