Ayah tiri bocah Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang selama delapan bulan telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematiannya.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengungkapkan bahwa penyebab kematian Alvaro masih belum terungkap.
Kronologi Hilangnya Alvaro Kiano Nugroho
Alvaro Kiano Nugroho dinyatakan hilang sejak 6 Maret 2025. Peristiwa tersebut bermula ketika Alvaro meminta izin kepada keluarganya untuk shalat Maghrib di masjid dekat rumah di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Setelah menunaikan shalat, Alvaro tidak kunjung pulang dan keluarganya mulai khawatir. Teman-teman Alvaro yang seharusnya melihatnya di masjid juga tidak menemukan jejaknya, sehingga keluarga memutuskan untuk melapor ke polisi.
Ciri-ciri terakhir Alvaro adalah mengenakan kaos hitam, celana panjang hitam, dan sandal hitam. Fisiknya digambarkan kurus dengan kulit gelap, rambut cepak, dan memiliki lesung pipi.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Keluarga Menyampaikan Dugaan Penculikan
Tugimin (71), kakek Alvaro, mengungkapkan kecurigaan bahwa cucunya mungkin diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayah Alvaro. Dugaan ini muncul berdasarkan informasi dari marbut Masjid Al-Muflihun, tempat terakhir Alvaro terlihat.
Dugaan penculikan ini mengguncang keluarga dan masyarakat sekitar, mengingat hilangnya Alvaro tanpa jejak selama berbulan-bulan yang membuat kondisi psikologis keluarga semakin memburuk.
Setelah pencarian yang intensif oleh keluarga dan aparat, jasad Alvaro ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan.
Penangkapan dan Penyidikan
Setelah delapan bulan pencarian, polisi melakukan penyelidikan yang intensif dan menangkap ayah tiri Alvaro. Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengonfirmasi penangkapan tersebut dan penetapan status tersangka.
"Iya (ayah tiri Alvaro tersangka). Iya (ditahan)," ujarnya saat dikonfirmasi terkait status tersebut.
Walaupun ayah tiri Alvaro telah ditangkap, alasan kematian Alvaro dan rincian lebih lanjut mengenai penemuan jasadnya masih belum terungkap, meninggalkan banyak pertanyaan bagi publik.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: