Minggu, 23 NOVEMBER 2025 • 22:56 WIB

Lonvi Biosciences Kembangkan Pil Panjang Umur Berbasis Ekstrak Biji Anggur

Author

Lonvi Biosciences Kembangkan Pil Panjang Umur Berbasis Ekstrak Biji Anggur

Lonvi Biosciences, perusahaan yang beroperasi di Shenzhen, China, tengah mengejar ambisi besar untuk mengembangkan pil yang memungkinkan manusia hidup lebih dari 100 tahun.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Obat anti-penuaan ini dibuat dari senyawa alami yang diambil dari ekstrak biji anggur, menawarkan harapan baru di dunia bioteknologi.

Ambisi China dalam Penelitian Obat Panjang Umur

Pencarian obat panjang umur di China telah ada selama berabad-abad, dimulai dari masa kaisar pertama Qin Shi Huang, yang berusaha menemukan ramuan keabadian.

Meskipun kaisar tersebut meninggal pada usia 49 tahun akibat keracunan merkuri, pencarian obat patah memastikan tidak terhenti, namun justru semakin digalakkan hingga kini.

Dalam beberapa bulan terakhir, investasi besar dari pemerintah maupun kalangan swasta telah menjadikan penelitian anti-penuaan dan bioteknologi sebagai fokus utama, mendapatkan dukungan dari elit masyarakat.

Melalui penggelontoran miliaran dana, China berambisi untuk memposisikan dirinya di barisan terdepan dalam industri bioteknologi, terutama dalam aspek kesehatan dan umur panjang.

Deskripsi dan Potensi 'Pil Panjang Umur'

Pil panjang umur ini mengandalkan senyawa procyanidin C1 (PCC1) yang diekstraksi dari biji anggur. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa PCC1 dapat memperpanjang usia tikus hingga 9,4 persen lebih lama.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat

Selama pengobatan, tikus yang menerima PCC1 tercatat hidup hingga 64,2 persen lebih panjang dibandingkan kelompok kontrol, menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam memperpanjang hidup.

Namun, hasil studi yang diterbitkan di jurnal Nature Metabolism pada 2021 menjadi sorotan, karena terdapat catatan editor yang memperingatkan adanya kemungkinan kesalahan data, meski artikel tersebut tetap dipublikasikan.

Duke Zheng, perwakilan Lonvi, mengungkapkan bahwa mereka berhasil mengisolasi molekul yang menargetkan 'sel zombie', yang konon merugikan sel sehat, dan menyarankan kombinasi pil ini dengan gaya hidup sehat untuk memperpanjang usia.

Pandangan dan Harapan Masa Depan

Dengan harapan hidup rata-rata di China yang mencapai 79 tahun, pengembangan pil ini diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat untuk hidup lebih panjang dan lebih sehat.

Lonvi berencana untuk memproduksi pil dalam bentuk kapsul dengan konsentrasi tinggi, yang diharapkan dapat membawa inovasi dalam penerapan bioteknologi di sektor kesehatan.

Meski ada skeptisisme terkait efektifitas pil ini pada manusia, banyak peneliti optimis bahwa langkah ini dapat membawa perubahan signifikan dalam dunia medis.

Seiring dengan meningkatnya minat dan investasi dalam penelitian anti-penuaan, industri suplemen dan layanan kesehatan di China diprediksi akan terus berkembang pesat.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU