Bermain game hingga larut malam menjadi kebiasaan yang umum di kalangan anak-anak di Indonesia, namun ternyata bisa berdampak negatif bagi kesehatan mereka.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Studi terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat mengganggu perkembangan otak anak, dengan efek yang lebih serius daripada yang diperkirakan.
Pengaruh Gaming terhadap Kesehatan Mental
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bermain game berlebihan dapat memicu kecemasan dan depresi pada anak-anak. Hal ini semakin diperburuk saat mereka tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, seperti saat bermain hingga subuh.
Psikolog asal Inggris, Dr. Mark Griffiths, menyatakan, 'Pola tidur yang tidak teratur akibat gaming dapat berkontribusi pada gangguan psikologis di kemudian hari.' Beberapa anak juga dapat merasakan kecemasan jika tidak dapat mengakses game favorit mereka.
Selain itu, bermain game secara intens bisa membuat anak menjadi lebih agresif, yang menjadi salah satu kekhawatiran besar orang tua saat ini.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Dampak Negatif terhadap Perkembangan Otak
Tidur yang kurang akibat bermain game hingga larut malam dapat mengganggu perkembangan kognitif anak. Penelitian di 'Journal of Pediatric Psychology' menunjukkan bahwa anak-anak yang kurang tidur memiliki kesulitan dalam berkonsentrasi dan memori jangka pendek.
Prof. David Anderson menjelaskan, 'Tidur adalah waktu bagi otak untuk memproses dan mengatur informasi. Tanpa tidur yang cukup, anak-anak kehilangan kesempatan tersebut.' Hal ini berpotensi mempengaruhi performa akademis mereka.
Lebih jauh, keterampilan sosial anak juga dapat terganggu. Anak-anak yang banyak bermain game sering mengabaikan komunikasi tatap muka, yang sangat penting untuk perkembangan sosial mereka.
Mengatasi Kebiasaan Buruk Ini
Orang tua memiliki peranan penting dalam mengatur kebiasaan bermain game anak. Menetapkan batasan waktu untuk bermain bisa menjadi solusi yang efektif.
Sekadar mengingatkan, Pak Ridwan, seorang psikolog anak, menyatakan, 'Melibatkan anak dalam aktivitas fisik di luar ruangan dapat menjadi alternatif yang sehat dan menyenangkan.' Aktivitas ini dapat membantu mengurangi waktu yang dihabiskan untuk bermain game.
Selain itu, orang tua disarankan untuk mengawasi jenis game yang dimainkan anak. Memilih game yang mendidik dan kooperatif dapat memberikan dampak positif ketimbang game yang bersifat kompetitif atau penuh kekerasan.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: