Pesepakbola Rizki Nur Fadhilah yang sebelumnya dilaporkan sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mengeluarkan klarifikasi bahwa dirinya dalam keadaan baik-baik saja. Dalam video terbaru yang diunggahnya, Rizki mengungkapkan keinginan untuk segera kembali ke Tanah Air.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Rizki memastikan melalui media sosial bahwa semua isu yang beredar adalah tidak benar dan menegaskan tidak ada paksaan dalam kepergiannya ke luar negeri. Ia menyampaikan ini dengan penuh ketegasan untuk meluruskan informasi yang keliru.
Klarifikasi Rizki Melalui Media Sosial
Dalam video yang diunggah pada 18 November 2025, Rizki mengungkapkan, "Saya ingin meluruskan fakta terkait isu yang sedang beredar dikarenakan itu tidak pernah, itu kemauan saya sendiri tidak ada paksaan dan di sini saya baik-baik aja kondisi saya aman tadi saya sudah dikasih makan." Pernyataan ini menegaskan bahwa dirinya tidak menjadi korban seperti yang diberitakan.
Rizki juga membantah bahwa perjalanannya ke luar negeri berkaitan dengan eksploitasi atau paksaan. Ia menjelaskan bahwa sumber berita yang menyebutkan ada penyebab dia menjadi korban tidak sesuai dengan realitas yang ia alami.
Selain itu, dalam video tersebut, Rizki menjelaskan bahwa keinginannya untuk kembali ke Indonesia tidak terkait dengan paksaan, melainkan karena ketidaknyamanan di lokasi sekarang. "itu dibikin cerita karena kepingin pulang secepatnya," tuturnya.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Rincian Permintaan Biaya untuk Pulang
Rizki mengungkapkan adanya biaya yang diperlukan untuk pemulangannya ke Indonesia. Ia menyebutkan bahwa perusahaan tempatnya bekerja meminta uang tebusan sebesar 42 juta rupiah untuk keperluan tiket pulang dan lainnya.
Ia menegaskan dalam unggahannya di TikTok, "Saya ingin meluruskan masalah yang terkait viral di Indonesia, saya sebenernya nggak disiksa dan nggak diapa-apain cuma saya pengen pulang aja krna gak betah." Klarifikasi ini memberikan gambaran lebih jelas mengenai situasi yang sedang ia hadapi.
Selanjutnya, Rizki menjelaskan bahwa biaya tersebut mencakup ongkos taksi, makan, serta berbagai biaya administrasi yang harus dipenuhi. Ia menyatakan bahwa perusahaan tidak meminta uang lebih dari yang telah disebutkan.
Pentingnya Kesadaran Terhadap Isu TPPO
Isu TPPO, termasuk yang menyentuh dunia olahraga, telah menjadi perhatian banyak pihak. Kasus Rizki menunjukkan perlunya upaya kolektif dalam mencegah terjadinya eksploitasi serupa di sektor ini.
Dalam pernyataan terpisah, Rizki mengulangi, "Berangkat ke sini tidak ada pemaksaan apalagi kekerasan, intinya saya ingin pulang ke sana karena saya tidak betah di sini." Pernyataan ini memberikan harapan agar pihak berwenang lebih serius dalam menangani laporan-laporan TPPO.
Upaya pemulangan bagi individu yang berpotensi terjebak dalam kasus TPPO memerlukan kerjasama antara pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan publik. Ini krusial demi perlindungan serta keamanan para atlet dan pekerja di luar negeri.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: