Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 17:53 WIB

Arab Saudi Resmi Jadi Sekutu Utama Non-NATO AS: Langkah Strategis dalam Kerja Sama Militer

Author

Arab Saudi Resmi Jadi Sekutu Utama Non-NATO AS: Langkah Strategis dalam Kerja Sama Militer

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja mengumumkan bahwa Arab Saudi kini ditetapkan sebagai sekutu utama non-NATO. Pengumuman ini dilontarkan saat jamuan makan malam dengan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, di Gedung Putih.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

Langkah ini diakui sebagai bagian penting dalam memperkuat kerja sama militer kedua negara yang sebelumnya hanya diberikan kepada 19 negara lain.

Kunjungan Bersejarah Pangeran Mohammed bin Salman

Kunjungan Pangeran Mohammed bin Salman ke Gedung Putih pada 18 November 2025 menjadi momen penting setelah ketegangan yang terjadi akibat pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada tahun 2018. Hubungan AS dan Saudi mengalami dinamika tidak mudah setelah insiden tersebut, di mana terdapat dugaan keterlibatan MBS yang dibantah pemerintah Saudi.

Dalam jamuan makan malam tersebut, Trump membela MBS dengan menyatakan bahwa Putra Mahkota Saudi 'tidak tahu apa-apa tentang itu', merujuk pada tuduhan yang mengaitkan MBS dengan pembunuhan Khashoggi. Pernyataan ini menandakan upaya AS untuk menjaga hubungan baik meskipun ada kontroversi di belakangnya.

Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk membahas isu-isu terkait keamanan serta kerjasama militer, menjadikan pengumuman status sebagai sekutu utama non-NATO semakin relevan.

Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya

Status Sekutu Utama Non-NATO untuk Arab Saudi

Penetapan status 'sekutu utama non-NATO' merupakan simbol dari keinginan AS untuk memperdalam kerjasama di bidang pertahanan dengan Saudi. Melalui hukum yang ada, status ini memberikan keuntungan dalam kerjasama keamanan dan perdagangan pertahanan tanpa memberikan komitmen keamanan yang eksplisit.

Trump menekankan pentingnya hubungan ini dengan menyatakan, 'Malam ini, saya dengan bangga mengumumkan bahwa kami telah meningkatkan kerja sama militer ke tingkat yang lebih tinggi...'. Hal ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan strategis mereka, baik di tingkat regional maupun global.

Dengan penetapan ini, Arab Saudi bergabung dengan negara-negara Timur Tengah lain yang lebih dahulu mendapatkan status serupa, seperti Bahrain, Mesir, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Israel.

Perjanjian Penting yang Diteken Selama Kunjungan

Selama kunjungan MBS ke AS, kedua negara menandatangani perjanjian penting, termasuk kerjasama di bidang energi nuklir sipil serta pembelian jet tempur F-35. Perusahaan-perusahaan AS akan menjadi mitra pilihan Saudi dalam proyek kerjasama nuklir sipil.

Pembelian jet tempur F-35 adalah bagian dari perjanjian pertahanan yang lebih luas, yang menunjukkan komitmen Saudi untuk memperkuat pertahanannya di tengah berbagai tantangan keamanan di kawasan.

MBS juga menekankan isu Palestina sebagai faktor penting dalam hubungan antara Saudi dan Israel. Ia menegaskan bahwa diperlukan 'jalan yang jelas' untuk pembentukan negara Palestina agar normalisasi hubungan antara kedua belah pihak bisa terwujud.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU