Taiwan baru saja menerbitkan buku panduan lengkap untuk membantu warganya bersiap menghadapi bencana alam dan potensi serangan militer dari China. Buku ini mengandung informasi penting tentang persediaan dan langkah-langkah yang harus diambil dalam situasi darurat.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Direktur Badan Mobilisasi Pertahanan Menyeluruh, Shen Wei-chih, menekankan bahwa panduan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai ancaman, baik bencana alam maupun agresi militer.
Isi dan Tujuan Buku Panduan
Panduan ini menyajikan daftar barang-barang yang harus disimpan di rumah dan dalam tas darurat untuk menghadapi bencana. Selain itu, buku ini juga memberikan instruksi bagi warga mengenai tindakan yang tepat jika mereka bertemu dengan pasukan musuh.
Dalam penjelasannya, Shen Wei-chih menyatakan, "Adanya bencana alam seperti topan dan ancaman militer China, kami mau masyarakat sadar kami semakin siap, semakin aman." Hal ini menunjukkan pentingnya pemahaman informasi yang diberikan agar dapat mengurangi panik saat situasi krisis.
Dianjurkan agar setiap rumah memiliki persediaan pangan untuk satu minggu serta tas darurat yang berisi peralatan penting, termasuk kantong tidur kecil yang mudah diakses ketika keadaan darurat terjadi.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Ancaman Militer dan Keamanan Siber
Buku panduan ini juga membahas berbagai potensi ancaman militer yang mungkin dihadapi Taiwan, mulai dari sabotase kabel bawah laut hingga penetapan sepihak zona larangan terbang. Informasi ini ditujukan untuk membantu masyarakat menjaga diri mereka dalam situasi yang berbahaya.
Di samping ancaman fisik, panduan ini memberikan peringatan tentang potensi risiko keamanan siber dari aplikasi yang dikembangkan di China, seperti DeepSeek, WeChat, TikTok, dan RedNote. Aplikasi-aplikasi ini dapat melanggar privasi serta mengungkapkan informasi penting kepada musuh.
Sebagai tambahan, pentingnya menjaga kerahasiaan operasi militer diingatkan dengan meminta masyarakat untuk tidak memotret pergerakan pasukan dengan tujuan mencegah kebocoran informasi strategis.
Distribusi dan Perbandingan Internasional
Kementerian Pertahanan Taiwan telah merencanakan pencetakan sekitar 11 juta eksemplar buku panduan ini, termasuk 105.000 salinan dalam bahasa Inggris. Distribusi buku ini ditargetkan untuk menjangkau 9,8 juta rumah tangga di Taiwan dan akan dimulai minggu ini.
Langkah ini sejalan dengan negara-negara seperti Swedia dan Finlandia yang tahun ini juga memperbarui panduan perang untuk warganya. Ini dilakukan dalam konteks penguatan upaya pertahanan dari sekutu-sekutu NATO di tengah ketegangan global, termasuk konflik yang terjadi di Ukraina.
Taiwan, meskipun merupakan negara dengan sistem pemerintahan demokratis yang diatur secara mandiri, dianggap oleh China sebagai bagian dari wilayahnya. Beijing menyatakan komitmennya untuk merebut Taiwan dengan kekuatan jika diperlukan.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: