Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 14:25 WIB

Dugaan Perundungan di Tangerang Selatan: Penyelidikan dan Dampaknya

Author

Dugaan Perundungan di Tangerang Selatan: Penyelidikan dan Dampaknya

Kasus dugaan perundungan yang menimpa MH, seorang siswa SMPN di Tangerang Selatan, kini menarik perhatian luas dari masyarakat dan pihak berwenang.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol

Penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian dan informasi dari pihak terkait mengungkap banyak detail baru yang menunjukkan kompleksitas di balik tragedi ini.

Riwayat Izin Sakit dan Dinas Pendidikan

Kepala SMPN Tangerang Selatan, Frida Tesalonik, menyatakan bahwa MH tercatat tujuh kali tidak masuk sekolah sejak awal tahun ajaran baru dengan alasan sakit.

Frida menambahkan, "Memang menurut informasi dari wali kelasnya, anak ini sering tidak masuk, izin sakit dari semenjak bulan Juli, kurang lebih ada tujuh kali."

Absensi tersebut sudah dilaporkan kepada kepolisian, walaupun tidak ada kepastian tentang kehadiran surat keterangan dokter.

Wali kelas juga menilai bahwa semua izin yang diberikan hanya disampaikan lewat pesan chat, yang menimbulkan keraguan mengenai keabsahan izin tersebut.

Mediasi dan Respons Sekolah

Setelah pengaduan kasus bullying pada 21 Oktober 2025, pihak sekolah segera mengambil langkah mediatori antara keluarga korban dan terduga pelaku.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat

Frida mengungkapkan, "Enggak soalnya pas saat pertama kali diketahui, kami langsung melakukan mediasi," menyoroti respons cepat yang diambil oleh pihak sekolah.

Mediasi tersebut berlangsung sehari setelah laporan, namun keluarga korban kembali menyampaikan laporan lanjutan yang langsung diteruskan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel.

Langkah ini menunjukkan bahwa pihak sekolah berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua siswa.

Kondisi Psikologis Terduga Pelaku

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Deden Deni, menjelaskan bahwa terduga pelaku, R, saat ini berada dalam tekanan psikologis yang berat akibat situasi yang terjadi.

Deden menceritakan, "Kondisinya itu dia dalam tekanan juga. Didampingi DP3KB dan UPTD PPA pendampingan psikologis untuk R," mencerminkan adanya dukungan psikologis yang diberikan kepada R.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena R juga menunjukkan niat untuk berpindah sekolah dan melanjutkan pendidikan di pesantren, meskipun keinginan ini belum terealisasi.

Dalam usaha menjaga hak pendidikan R, pihak Dinas Pendidikan memberikan opsi untuk belajar dari rumah via Zoom, mengingat situasi di sekolah saat ini.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU