Presiden Prabowo Subianto telah memberikan tanggapan tegas terkait fenomena perundungan siswa yang kian meningkat di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi untuk melindungi hak-hak anak di lingkungan pendidikan.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran digitalisasi pembelajaran di SMP Negeri 4 Kota Bekasi pada 17 November 2025.
Pernyataan Presiden Prabowo
Dalam konferensi pers di Bekasi, Prabowo menegaskan, "Ya, (perundungan) itu harus kita atasi ya," merespons pertanyaan awak media. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk melindungi anak-anak dari tindakan kekerasan dan bullying.
Ia juga menekankan perlunya tindakan pencegahan yang tepat agar perundungan tidak terus berlanjut. Lingkungan belajar yang aman dianggap esensial dalam membentuk karakter generasi muda.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil
Kasus-kasus Perundungan Terkini
Beberapa insiden perundungan yang mencolok belakangan ini menjadi perhatian, termasuk insiden di SMA Negeri 72, Kelapa Gading Barat pada 7 November 2025. Polda Metro Jaya menyatakan bahwa pelaku pada insiden tersebut merupakan korban perundungan sebelumnya.
Selain itu, kasus di SMP di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang viral karena video perundungan siswa beredar, juga menambah keprihatinan. Video tersebut memperlihatkan seorang siswa yang mendapatkan pukulan dan ejekan dari teman-temannya.
Dampak Perundungan di Lingkungan Sekolah
Satu kasus di SMPN 19 Kota Tangerang Selatan menggambarkan dampak serius perundungan. Seorang siswa berusia 13 tahun, MH, dilaporkan meninggal dunia pada 16 November setelah mengalami perawatan akibat kondisi kesehatan yang memburuk akibat bullying.
Kejadian-kejadian ini menambah urgensi untuk menerapkan tindakan pencegahan yang lebih ketat di sekolah. Harapannya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat menyusun kebijakan yang lebih efektif untuk mengatasi perundungan dan melindungi siswa.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: