Minggu, 16 NOVEMBER 2025 • 17:43 WIB

Pindah Sekolah Pasca Insiden Ledakan: Trauma Menghantui Siswa SMAN 72 Jakarta Utara

Author

Pindah Sekolah Pasca Insiden Ledakan: Trauma Menghantui Siswa SMAN 72 Jakarta Utara

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa sejumlah siswa dari SMAN 72 Jakarta Utara meminta untuk pindah sekolah setelah terjadinya insiden ledakan baru-baru ini.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Permohonan pindah tersebut merupakan dampak dari trauma yang dialami oleh siswa pasca kejadian yang menimpa mereka.

Pernyataan Gubernur mengenai Trauma Siswa

Dalam pernyataannya setelah meresmikan renovasi Gereja HKI Tanjung Priok pada Minggu, 16 November 2025, Pramono menyatakan, "Kepala sekolah juga menyampaikan ada beberapa siswa yang trauma. Karena trauma minta pindah sekolah, ya tetapi kan ini menjadi persoalan tersendiri."

Ia juga menjelaskan bahwa dampak dari insiden tersebut jauh lebih besar dari yang diperkirakan. "Ternyata dampaknya juga di luar dugaan saya, banyak siswa yang kemudian minta pindah sekolah," tegas Pramono.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Diskusi Mengenai Kegiatan Belajar Mengajar

Pramono telah mengadakan pertemuan dengan Kepala SMAN 72 untuk membahas langkah-langkah ke depan. Pihak sekolah berencana mengundang orang tua murid untuk berdiskusi mengenai metode belajar, apakah dilakukan secara daring atau luring di minggu depan.

Gubernur menekankan pentingnya kesiapan dalam melanjutkan kegiatan belajar mengajar. "Tetapi prinsipnya, saya sampaikan kepada ibu kepala sekolah, kalau memang Senin besok sudah siap silakan dibuka, tapi kalau belum siap jangan dipaksakan," ujarnya.

Langkah Dinas Pendidikan untuk Menanggapi Permintaan Pindah

Pramono mengingatkan perlunya merumuskan solusi yang matang agar dampak psikologis tidak berkepanjangan. "Inilah yang juga menjadi pikiran. Saya sudah minta kepada sekolah dan termasuk Ibu Kepala Dinas, ini dirumuskan secara baik. Karena saya nggak mau kemudian dampaknya sampai panjang," tutup Pramono.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua sangat penting dalam menyelesaikan masalah ini. Keterlibatan semua pihak diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan siswa yang terdampak.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU