Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 11:17 WIB

Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur Gizi di Indonesia

Author

Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur Gizi di Indonesia

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengumumkan kebijakan insentif sebesar Rp6 juta per hari untuk setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini bertujuan untuk menghargai kontribusi mitra penyelenggara dapur dalam meningkatkan fasilitas gizi di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain

Dalam pernyataannya, Dadan memastikan bahwa insentif ini merupakan hasil modifikasi anggaran yang sudah ada dan tidak akan menambah beban anggaran pemerintah. Ini adalah langkah nyata untuk mendukung program gizi yang berkelanjutan.

Dasar Pemberian Insentif

Dadan menjelaskan bahwa insentif Rp6 juta per hari diambil dari anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah ada sebelumnya. "(Anggarannya) dari program MBG, dari bantuan pemerintah itu. Yang kemudian kita hanya modifikasi sedikit saja, jadi tidak menambah anggaran," ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Saat ini, terdapat 14.863 dapur umum atau SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia. Semua dapur ini dibangun atas kontribusi mitra swasta dan masyarakat yang mengeluarkan rata-rata Rp2 miliar untuk mendirikan setiap dapur umum.

Dadan menekankan bahwa insentif ini merupakan penghargaan pemerintah kepada para investor. "Pemerintah harus menjamin bahwa investasi mereka bisa kembali. Dan itu bagian dari ucapan terima kasih pemerintah kepada investor," tambahnya.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Modifikasi Pedoman Teknis dan Pembatasan Penerima Manfaat

Pergantian dalam petunjuk teknis juga dilakukan, terutama mengenai jumlah penerima manfaat per dapur umum. Dalam kebijakan terbaru, setiap SPPG hanya diizinkan melayani rata-rata 2.500 penerima manfaat, dengan alokasi 2.000 untuk anak sekolah dan 500 untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan penyajian makanan tetap aman dan higienis. "Kalau ada juru masak profesional itu bisa ditambah sampai 3.000," tutup Dadan.

Pembatasan ini bertujuan untuk menghindari persaingan yang tidak sehat di antara penyelenggara dapur. "Di situ, kemudian membatasi jumlah penerima manfaat anak sekolah maksimal 2.000," ungkapnya.

Evaluasi dan Sertifikasi Dapur MBG

Insentif sebesar Rp6 juta per hari akan berlaku selama dua tahun dan akan dievaluasi pada akhir periode tersebut. Rencananya, mulai tahun depan, BGN akan melaksanakan sertifikasi dan akreditasi untuk dapur dalam program MBG.

Dadan menegaskan, "(Insentif diberikan) dalam dua tahun, tapi dalam tahun depan kita sudah akan selenggarakan yang namanya sertifikasi akreditasi sehingga nanti insentif itu diberikan terkait dengan kualifikasi SPPG yang ada."

Dengan adanya sertifikasi ini, Dadan berharap akan ada variasi insentif yang sesuai dengan kualifikasi masing-masing dapur. "Mungkin akan ada SPPG yang unggul, baik sekali, sama baik dan itu akan membedakan insentif itu untuk dasar pemberian," pungkasnya.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU