Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengadakan pertemuan langsung di Kirribilli House, Sydney. Suasana penuh akrab mengisi pertemuan yang diwarnai sambutan istimewa dari alat musik bagpipe, yang sangat disukai Prabowo.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Dalam konferensi pers setelah pertemuan tersebut, Prabowo tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Albanese. Ia juga memuji keahlian intelijen tim Perdana Menteri Australia yang luar biasa.
Sambutan Hangat Menggunakan Bagpipe
Pertemuan bilateral antara Prabowo dan Albanese berlangsung dalam suasana yang hangat. Sambutan yang istimewa ini ditandai dengan penggunaan alat musik bagpipe, yang merupakan favorit Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan rasa syukur atas sambutan yang didapatkan dari Albanese. "Sekali lagi, Perdana Menteri, Wakil Perdana Menteri, terima kasih banyak telah menerima saya dengan begitu baik," ujarnya.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan
Lebih lanjut, Prabowo mencermati keahlian intelijen tim Albania. "Anda tahu, saya pikir intelijen Anda sangat bagus. Anda tahu saya suka bagpipe. Jadi saya diterima dengan bagpipe. Terima kasih banyak," tambahnya sambil tertawa.
Kesepakatan Keamanan Bilateral
Sebelum sambutan yang akrab, kedua pemimpin mengumumkan kesepakatan baru mengenai keamanan. PM Albanese menegaskan pentingnya perjanjian ini, mengatakan, "Hari ini saya berdiri di samping sahabat saya, Presiden Indonesia Bapak Prabowo Subianto, untuk menyampaikan pengumuman yang bersejarah."
Albanese mengungkapkan bahwa negosiasi untuk kesepakatan tersebut sudah mencapai tahap yang substansial. Dia juga memberikan penegasan bahwa perjanjian itu akan ditandatangani di Indonesia pada awal tahun 2026.
Kunjungan Kembali PM Albanese
Selain dari pengumuman kesepakatan baru, Albanese juga mengungkapkan rencananya untuk kembali mengunjungi Indonesia. Dia menyatakan, "Saya berharap dapat berkunjung ke Indonesia pada bulan Januari tahun depan atas undangan Presiden untuk secara resmi menandatangani perjanjian baru setelah melalui proses domestik kita."
Kunjungan ini diharapkan bisa memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara, dengan fokus pada keamanan dan stabilitas regional.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: