Tujuh petugas kesehatan di Argentina kini dihadapkan pada pengadilan terkait kematian legendaris sepak bola, Diego Maradona, yang terjadi lima tahun lalu.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Maradona, yang meninggal dunia pada usia 60 tahun, diduga mengalami kematian tidak wajar akibat kelalaian dalam perawatannya.
Latar Belakang Kematian Maradona
Diego Maradona, dikenal sebagai salah satu pemain sepak bola terhebat sepanjang masa, menghembuskan nafas terakhir pada 25 November 2020 akibat serangan jantung.
Lahir di Buenos Aires, Maradona meraih puncak kariernya dengan membawa tim nasional Argentina memenangkan Piala Dunia di Meksiko pada tahun 1986.
Kematian Maradona terjadi di luar Buenos Aires, di mana ia sedang dalam pemulihan akibat operasi pembekuan darah di otak. Kasus ini menyita perhatian publik, terutama setelah munculnya dugaan kelalaian medis.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Tuduhan Terhadap Petugas Medis
Tujuh petugas kesehatan, termasuk dokter utama Maradona, Leopoldo Luque, diadili dengan tuduhan pembunuhan berencana. Tuduhan ini menunjukkan bahwa mereka menyadari risiko dari tindakan yang dilakukan namun mengabaikannya.
Persidangan dimulai kembali pada bulan Maret setelah pembatalan sebelumnya yang dipicu oleh kontroversi terhadap salah satu hakim yang terlibat dalam film dokumenter darurat.
Para terdakwa membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mereka telah memberikan perawatan yang sesuai dan tepat untuk Maradona.
Dampak Kematian Maradona dan Perjuangannya
Maradona tidak hanya diingat karena kepiawaiannya di lapangan, tetapi juga karena perjuangannya dengan berbagai masalah kesehatan. Ia pernah terjerat dalam kecanduan narkoba dan alkohol yang berdampak pada kesehatan fisiknya.
Perjalanan karirnya, meskipun penuh liku, menginspirasi banyak orang di seluruh dunia. Ia menjadi simbol harapan bagi generasi muda, khususnya di Argentina, yang bercita-cita menjadi atlet profesional.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: