Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengungkapkan penurunan signifikan dalam nilai transaksi judi online di Indonesia pada tahun 2025.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Dari angka Rp359 triliun pada tahun 2024, transaksi judi online tercatat menurun hingga Rp155 triliun sampai kuartal ketiga tahun 2025.
Penurunan Transaksi dan Deposit
Ivan Yustiavandana menjelaskan bahwa nilai deposit untuk pemain judi online juga mengalami penurunan signifikan.
Sepanjang tahun 2024, nilai deposit tercatat mencapai Rp51 triliun, namun pada kuartal ketiga tahun 2025, jumlah tersebut hanya mencapai Rp24,9 triliun, mencerminkan penurunan lebih dari 45%.
Hal ini menunjukkan bahwa upaya kolaborasi di bawah arahan Presiden Indonesia berdampak positif dalam menurunkan nilai transaksi judi online.
Pada konferensi pers di kantor PPATK Jakarta Pusat, Ivan menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam menjaga masyarakat dari platform judi online.
Analisis Profil Pemain Judi Online
Ivan juga menyoroti profil pemain judi online di Indonesia, yang sebagian besar berasal dari kelompok pendapatan rendah.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Sekitar 80% pemain judi online tercatat memiliki pendapatan Rp5 juta atau kurang per bulan di tahun 2024, namun kini jumlah tersebut turun tajam sebesar 67,92%.
Penurunan ini menunjukkan bahwa upaya pengurangan akses perjudian online memberikan hasil yang nyata.
Secara keseluruhan, terdapat penurunan jumlah pemain judi online di Indonesia sebesar 68,32% hingga kuartal ketiga tahun 2025.
Kolaborasi dan Dampaknya
Ivan menegaskan bahwa penurunan akses masyarakat terhadap situs judi online yang mencapai 70% merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara berbagai stakeholder.
Kolaborasi melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) yang berperan penting dalam memperkecil aksesibilitas perjudian online.
Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antarinstansi dapat mengurangi aksesibilitas judi online serta mengubah perilaku masyarakat.
Ivan menambahkan, "Ini berkat kolaborasi yang sangat kuat antara seluruh stakeholder yang berkepentingan."
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: