Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa infeksi COVID-19 dapat memberikan dampak serius pada kesehatan reproduksi pria, dengan konsekuensi yang mungkin diwariskan kepada keturunannya.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan bahwa tikus jantan yang terinfeksi virus ini mengalami perubahan pada sperma yang bisa meningkatkan kecemasan di generasi berikutnya.
Penelitian di Florey Institute
Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan di Florey Institute of Neuroscience and Mental Health, fokus pada dampak infeksi COVID-19 pada tikus jantan.
Setelah terinfeksi virus, tikus jantan dikawinkan dengan tikus betina, dan penelitian mengevaluasi kesehatan anak-anak mereka.
Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memahami lebih dalam bagaimana infeksi dapat mempengaruhi generasi selanjutnya dari tikus yang terinfeksi.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Dampak Perilaku Pada Keturunan
Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications menunjukkan peningkatan perilaku cemas pada anak-anak dari tikus jantan yang terinfeksi.
Elizabeth Kleeman, penulis pertama studi, menjelaskan, 'Kami menemukan bahwa keturunan yang dihasilkan menunjukkan perilaku yang lebih cemas dibandingkan dengan keturunan dari ayah yang tidak terinfeksi.'
Perilaku ini menjadi perhatian penting bagi peneliti, terutama dalam konteks kesehatan mental generasi yang akan datang.
Perubahan Molekular Dalam Sperma
Para peneliti menemukan bahwa infeksi COVID-19 mengubah molekul dalam RNA sperma tikus jantan yang terinfeksi.
Molekul RNA ini memegang peranan penting dalam regulasi gen yang berhubungan dengan perkembangan otak, sehingga dapat berkontribusi pada perilaku cemas keturunan.
Penelitian ini menyoroti perlunya perhatian lebih lanjut terhadap dampak jangka panjang COVID-19 terhadap kesehatan reproduksi dan generasi berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: