PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mempersiapkan penambahan 23 rangkaian kereta KRL Commuter Line untuk meningkatkan layanan di wilayah Jabodetabek.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Dari jumlah tersebut, 12 unit berasal dari PT Industri Kereta Api (INKA) dan 11 unit dari produsen asal China.
Pengadaan Rangkaian KRL
Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan layanan KRL di Jabodetabek, PT KAI telah melakukan pengadaan terhadap 12 train set dari INKA dan 11 train set dari perusahaan asal China.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan, "Kita sudah order kepada INKA 12 train set, kita sudah order kepada China itu 11 train set," menegaskan komitmen perusahaan dalam hal transportasi publik.
Saat ini, dari total 11 rangkaian yang dipesan dari China, delapan sudah beroperasi sepenuhnya, sementara tiga rangkaian lainnya masih dalam proses technical qualification.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Uji Teknis dan Target Operasional
Dari 12 rangkaian kereta yang diproduksi oleh INKA, empat unit telah diterima oleh PT KAI dan tengah menjalani tahap uji teknis.
Bobby menargetkan agar semua rangkaian ini dapat beroperasi secara penuh pada pertengahan tahun depan, dengan pernyataannya, "Target dengan kereta INKA sampai dengan pertengahan tahun depan sudah akan beroperasi 12."
Dengan penambahan armada ini, PT KAI berharap dapat meningkatkan kapasitas angkut penumpang, terutama pada jam sibuk.
Kepedulian Pihak Terkait
Bobby juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kenyamanan publik dalam menggunakan transportasi KRL.
"Beliau sampaikan bahwa harus senyaman mungkin, tadi saya jelaskan juga bahwa sekarang itu pada jam sibuk, KRL kita itu sudah berdempet-dempetan," ujarnya, menunjukkan urgensi dari penambahan armada.
Dengan harapan bahwa penambahan ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat, Bobby mengungkapkan bahwa dampaknya akan terlihat dalam mengurangi kepadatan penumpang.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: