Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 14:26 WIB

Penyelundupan Narkoba Melalui Jalur Laut: Taktik Kartel dan Upaya Penegakan Hukum

Author

Penyelundupan Narkoba Melalui Jalur Laut: Taktik Kartel dan Upaya Penegakan Hukum

Presiden RI Prabowo Subianto mencatat modus penyelundupan narkoba yang semakin canggih, termasuk penggunaan kapal selam oleh kartel. Dalam acara pemusnahan narkoba di Mabes Polri, ia menekankan pentingnya pengawasan ketat di pelabuhan dan perbatasan.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat

Prabowo menegaskan bahwa tantangan bagi aparat penegak hukum semakin berat, terutama dengan meningkatnya penggunaan teknologi oleh kartel untuk mengelabui mereka. Di tengah permasalahan ini, kerjasama antarlembaga menjadi kunci dalam pemberantasan narkoba di Indonesia.

Modus Penyelundupan Narkoba

Dalam pemusnahan narkoba di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Prabowo Subianto menyoroti pentingnya pengawasan di pintu masuk laut Indonesia. "Kita mau cegah penyelundupan narkotika lewat sampan-sampan di ribuan wilayah tikus," ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kartel narkoba kini menggunakan teknologi canggih, termasuk kapal selam. "Bahkan, sekarang ada modus si kartel-kartel narkoba punya kapal selam, dia punya kapal selam," tambahnya.

Modus penyelundupan yang semakin beragam ini menjadi tantangan berat bagi aparat penegak hukum. Penegakan hukum yang selama ini ada harus beradaptasi dengan cepat terhadap tantangan baru yang muncul.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil

Kolaborasi Antarlembaga

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mendorong kerjasama antara berbagai instansi, terutama antara Polri, TNI, dan Bea Cukai. "Polisi harus lebih sigap. Harus kompak bekerja sama dengan TNI, Bea Cukai, dan semua lembaga," tegasnya.

Kepentingan kerjasama lintas sektoral diungkapkan untuk menciptakan sinergi dalam upaya pemberantasan narkoba. "Saya selalu bekerja dengan teamwork, jangan ego sektoral," kata Presiden.

Seluruh elemen negara, menurutnya, perlu bersatu melawan kejahatan narkoba yang terus meningkat. Dengan pendekatan terintegrasi, diharapkan daya tangkap terhadap pelanggar hukum semakin efisien.

Prestasi Penegakan Hukum

Polri telah menunjukkan prestasi yang signifikan dalam penegakan hukum terkait narkoba, dengan menyita 214,84 ton narkotika senilai Rp29,37 triliun dari Oktober 2024 hingga Oktober 2025. Jumlah ini menunjukkan keseriusan dalam melawan peningkatan penggunaan narkoba di tanah air.

Selain itu, Polri berhasil mengungkap 49.306 kasus dan menangkap 65.572 tersangka, serta menyita aset terkait 22 tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp221,38 miliar. Tindakan ini merupakan bagian dari strategi nasional yang dijalankan untuk menangkal peredaran narkoba.

Dalam aksi tersebut, barang bukti yang dimusnahkan mencapai 2,1 ton narkotika, hasil kerja sama antara Polri, BNN, Bea Cukai, Kejaksaan, dan PPATK. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan narkotika.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU