Rabu, 29 OKTOBER 2025 • 13:01 WIB

Evaluasi Tarif Bus Transjakarta: Potensi Kenaikan dan Dampaknya

Author

Evaluasi Tarif Bus Transjakarta: Potensi Kenaikan dan Dampaknya

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkapkan bahwa tarif bus Transjakarta tanpa subsidi adalah Rp 13 ribu per orang.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta memberikan subsidi sebesar Rp 9.700 per penumpang, sehingga setiap penumpang hanya membayar Rp 3.500.

Kenaikan Tarif Bus Transjakarta

Syafrin menyatakan pihaknya menggunakan data terbaru untuk mengevaluasi kemungkinan kenaikan tarif bus Transjakarta. Kajian ini mengacu pada kemampuan membayar dan keinginan membayar masyarakat yang disebut sebagai ability to pay-willingness to pay (ATP-WTP).

Beliau juga menegaskan pentingnya memperbarui data terkait elastisitas tarif terhadap permintaan. 'Tentu kami selalu melakukan update. Karena kita pahami elastisitas tarif terhadap demand itu sangat tinggi,' ujarnya.

Setiap keputusan mengenai tarif akan berdampak signifikan pada jumlah penumpang. Apabila kenaikan tarif dilaksanakan, hal tersebut secara langsung akan mempengaruhi ridership Transjakarta.

Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya

Subsidi Pemprov DKI Jakarta

Pemprov DKI Jakarta menanggung 86 persen dari total biaya operasional Transjakarta. Syafrin menyebutkan bahwa hanya 14 persen dari total biaya yang ditanggung oleh penumpang.

'Intinya adalah bahwa saat ini layanan angkutan umum Transjakarta itu tinggal 14 persen dari total cost yang ada,' lanjutnya.

Subsidi yang diberikan tentunya menjadi beban anggaran bagi pemerintah daerah. Dalam hal ini, Pemprov DKI Jakarta harus merencanakan anggaran secara cermat agar pelayanan tetap optimal.

Dampak Pemotongan Dana Bagi Hasil

Syafrin menjelaskan bahwa pemotongan dana bagi hasil (DBH) oleh pemerintah pusat juga berdampak pada kondisi keuangan Jakarta. Hal ini menciptakan tantangan dalam pengelolaan operasional Transjakarta.

'86 persen ini sekarang kita terkoreksi tadi dengan DBH, pemotongan DBH, sehingga ini berpengaruh terhadap kapasitas fisikal Jakarta,' katanya.

Pihak Dinas Perhubungan terus melakukan simulasi tarif ideal untuk menghindari pemberatan bagi masyarakat apabila ada kenaikan tarif nantinya.

Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU