Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan keraguan tentang proyek Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) Jakarta–Bandung sejak tahun 2015.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens
Pernyataan ini mencuat kembali setelah isu dugaan penyimpangan anggaran mulai mencuat ke publik, menarik perhatian masyarakat dan pihak berwenang.
Pertanyaan Megawati Tentang Manfaat Sosial Proyek Whoosh
Megawati Soekarnoputri menunjukkan perhatian yang konsisten terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sejak 2015, mempertanyakan apakah proyek ini benar-benar akan memberikan manfaat bagi masyarakat.
MY Esti Wijayanti, Ketua DPP PDI-P, menegaskan bahwa Megawati telah mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut.
"Kalau soal Whoosh, saya kira Bu Mega kan sudah mengingatkan sejak awal," ungkap Esti, menyoroti kepedulian Megawati terhadap transparansi dan keuntungan sosial dari proyek ini.
Pertanyaan penting ini muncul seiring dengan keprihatinan tentang pengelolaan anggaran yang dianggap tidak transparan, membuat publik berhak mempertanyakan urgensi proyek tersebut.
Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek Whoosh
Isu lanskap proyek kereta cepat ini semakin memanas setelah mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, mengungkapkan dugaan penggelembungan biaya.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Mahfud mengkritik bahwa biaya per kilometer Kereta Cepat di Indonesia mencapa 52 juta dolar AS, yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan biaya di China yang berkisar antara 17 hingga 18 juta dolar AS.
"Naik tiga kali lipat, ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana?" tanya Mahfud, yang menyoroti besarnya selisih biaya dan mendorong respons publik yang kritis.
Pernyataan ini semakin memperkuat desakan untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan anggaran yang melibatkan proyek Whoosh.
Investasi KPK dalam Penyelidikan Proyek Whoosh
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memulai langkah awal penyelidikan terhadap potensi tindak pidana korupsi terkait proyek Whoosh di awal tahun 2025.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan informasi terkait proyek ini, meskipun baru sekarang hal tersebut diumumkan ke publik.
"KPK juga terus mengimbau kepada masyarakat siapa pun yang memiliki informasi atau data yang terkait dengan hal tersebut agar bisa menyampaikannya kepada KPK," ungkap Budi.
Pengumpulan informasi tambahan dari masyarakat diharapkan dapat memperkaya penyelidikan yang sedang berlangsung, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proyek besar ini.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: