Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengimbau masyarakat Jakarta untuk melindungi diri dari paparan mikroplastik yang terdeteksi dalam air hujan. Ia menyarankan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama setelah hujan.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Usulan ini muncul dalam pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, di mana Budi menekankan perlunya mengurangi sumber polusi mikroplastik di perkotaan.
Pentingnya Menggunakan Masker
Dalam pernyataannya, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa mikroplastik dapat terperangkap dalam air hujan dan dapat terpapar pada manusia saat beraktivitas di luar. 'Jadi memang, plastik ini kalau masuk ke dalam kan akan stay lama. Imbauan saya buat masyarakat, ya kalau bisa, yang paling aman melindunginya pakai masker kalau hujan di luar,' ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa langkah preventif ini tidak hanya tanggung jawab individu. 'Mungkin pencegahan lainnya yang paling bagus memang di hulunya. Tapi memang kita mesti mengurangi sumber polusi dari mikroplastik ini,' tambahnya.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Respons Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menindaklanjuti temuan tentang meningkatnya mikroplastik. Ia mengatakan, 'Kita tentunya seperti yang disampaikan Pak Menteri Kesehatan, kami segera untuk hal yang berkaitan dengan plastik, terus terang untuk PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) dan sebagainya akan segera kita realisasikan.'
Pramono juga menegaskan pentingnya pencegahan mandiri bagi masyarakat. 'Tapi saya setuju bahwa memang untuk pencegahan di awal, ya masyarakat harus prepare untuk menggunakan masker,' ujarnya.
Penemuan Mikroplastik dalam Air Hujan
Penelitian oleh BRIN sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan mikroplastik yang signifikan di Jakarta, terutama di Muara Angke. Profesor Riset BRIN Muhammad Reza Cordova menyatakan, 'Sebenarnya dulu sudah pernah kami informasikan, kami melakukan kajian mikroplastik di Muara Angke di titik yang sama itu meningkat lima kali lipat dari tahun 2015 ke 2022.'
Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa air hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik yang berbahaya, yang berasal dari aktivitas manusia. Kebiasaan open dumping dalam pengelolaan sampah menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatnya mikroplastik di Ibu Kota.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: