Pemprov DKI Jakarta telah mengumumkan rencana pembangunan lima tower baru di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, yang dijadwalkan mulai awal 2026. Pembangunan ini dilakukan setelah pembongkaran tower Cluster C yang sudah tidak layak huni.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menginformasikan bahwa dua dari lima tower akan menyediakan 1.440 unit hunian baru. Proyek ini diharapkan meningkatkan kualitas hidup warga di daerah tersebut.
Rencana Pembongkaran dan Pembangunan Tower
Pemprov DKI Jakarta telah memulai proses pembongkaran total lima tower di Cluster C Rusunawa Marunda. Setelah pembongkaran selesai, pembangunan lima tower baru akan dimulai pada awal 2026 dengan target penyelesaian dua tower terlebih dahulu.
Chico Hakim menyampaikan, "Langsung lanjut usai pembongkaran selesai target akhir 2025, dengan pembangunan dua tower baru dari total lima tower 20 lantai, 1.440 unit dimulai awal 2026."
Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian di Rusunawa Marunda dan menyediakan lebih banyak unit hunian bagi warga Jakarta Utara.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Fasilitas Pendukung dalam Proyek Revitalisasi
Sebagai bagian dari rencana revitalisasi, pembangunan tower baru juga akan disertai dengan berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut termasuk taman hijau dan akses transportasi yang lebih baik untuk penghuni baru.
Chico Hakim menambahkan, "Seluruh revitalisasi direncanakan rampung dalam 5 tahun, hingga 2030, termasuk fasilitas pendukung, seperti taman dan akses transportasi."
Dengan pembangunan berbagai fasilitas ini, diharapkan kualitas hidup warga di Rusunawa dapat meningkat secara signifikan.
Dampak Insiden dan Penanganannya
Sebelum rencana revitalisasi ini, insiden atap gedung di Rusunawa Marunda Blok C ambruk pada tahun 2023. Pemprov DKI sudah menyatakan bahwa bangunan tersebut tidak layak huni dan berpotensi membahayakan warga.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, sekitar 451 keluarga terdampak. Pada 11 September 2023, sekitar 129 keluarga eks Rusunawa Marunda telah direlokasi ke Rusun Nagrak.
Relokasi ini sebagai bagian dari upaya revitalisasi dan untuk menjamin keselamatan penghuni, yang didukung oleh hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyatakan bahwa bangunan tersebut tidak layak dihuni.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: