Senin, 27 OKTOBER 2025 • 19:21 WIB

Tragedi Perdagangan Manusia: Warga Bogor Dilarikan ke Kamboja dengan Janji Kerja di Singapura

Author

Tragedi Perdagangan Manusia: Warga Bogor Dilarikan ke Kamboja dengan Janji Kerja di Singapura

Seorang warga Bogor, Jawa Barat, berinisial F (26) mengaku menjadi korban tindak pidana perdagangan orang setelah tertipu iming-iming pekerjaan di Singapura.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan

Perjalanan F yang seharusnya menjanjikan malah membawanya ke Kamboja, tempat ia terjebak dalam aktivitas penipuan.

Proses Keberangkatan dan Awal Pekerjaan

F berangkat ke Singapura pada awal September 2025, setelah diajak oleh seorang teman dekat yang ia percayai. Ayah F mengungkapkan ketidakpastian mereka mengenai perusahaan tempat anaknya bekerja dab bahwa mereka tidak menyangka akan terjadi hal buruk.

Dalam beberapa minggu pertama, kondisi F tampak baik-baik saja, bahkan ia sempat membagikan momen kebersamaannya dengan teman-teman melalui status WhatsApp. Status tersebut menciptakan kesan bahwa ia berada dalam lingkungan kerja yang aman.

Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026

Peralihan ke Kamboja dan Pekerjaan Penipuan

Kehidupan F berubah drastis ketika ia diajak bepergian dengan sejumlah orang menggunakan mobil. Ketika melihat di Google Maps, F terkejut mengetahui ia telah berada di Kamboja dan segera menghubungi ayahnya untuk melaporkan situasi tersebut.

Setibanya di Kamboja, F menyebutkan bahwa ia tinggal di sebuah ruko yang digunakan sebagai kantor untuk melakukan aktivitas penipuan, menargetkan warga negara Indonesia. Dia melaporkan kepada ayahnya bahwa mereka melakukan penipuan, namun tidak mengetahui rincian jenis penipuan itu.

Upaya Pelarian dan Respon Kementerian Luar Negeri

Pada 21 Oktober 2025, F berhasil memanfaatkan momen ketika mengambil pesanan makanan online untuk melarikan diri bersama seorang teman. Situasi ini memicu ayahnya untuk menghubungi Kementerian Luar Negeri Indonesia, meminta bantuan untuk anaknya yang terjebak di Kamboja.

Respon dari pihak Kementerian Luar Negeri, melalui Plt Perlindungan WNI, Heni Hamidah, mengkonfirmasi bahwa F telah melapor ke KBRI Phnom Penh dan saat ini sedang dalam penanganan. Heni menekankan komitmen KBRI untuk memantau situasi dan menjalin komunikasi dengan keluarga F demi memastikan keselamatan dan proses pemulangannya.

Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU