Kamis, 23 OKTOBER 2025 • 22:30 WIB

Memahami Stroke: Jenis, Gejala, dan Penanganan yang Efektif

Author

Memahami Stroke: Jenis, Gejala, dan Penanganan yang Efektif

Stroke menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dengan dua jenis utama yang dikenal, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Memahami pengertian dan cara penanganan kedua jenis stroke ini sangat penting agar masyarakat lebih waspada.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat

Stroke iskemik terjadi akibat terhambatnya aliran darah ke otak, sementara stroke hemoragik disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah. Perbedaan ini membuat pengenalan gejala penting untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat.

Pengertian Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik

Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat, biasanya akibat pembekuan darah. Pada stroke hemoragik, kondisi ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak, yang membuat darah mengalir ke jaringan otak.

Perbedaan utama antara kedua jenis stroke ini terletak pada penyebab dan gejala yang ditimbulkan. Memahami perbedaan ini adalah langkah awal yang krusial dalam menghadapi serangan stroke.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Gejala stroke iskemik biasanya muncul secara tiba-tiba, yang dapat termasuk kesulitan berbicara, kehilangan keseimbangan, dan kelemahan pada satu sisi tubuh. Mereka yang mengalami gejala ini perlu segera mencari pertolongan medis.

Di sisi lain, stroke hemoragik dapat ditandai dengan sakit kepala mendadak dan hebat, yang sering disertai dengan muntah dan kebingungan. Kenali gejala ini agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.

Penanganan yang Tepat untuk Setiap Jenis Stroke

Untuk stroke iskemik, penanganan umumnya melibatkan penggunaan obat pengencer darah yang bertujuan untuk mengembalikan aliran darah ke otak. Tindakan ini penting untuk membatasi kerusakan yang lebih luas.

Sedangkan untuk stroke hemoragik, tindakan bedah mungkin diperlukan agar pendarahan dapat dihentikan dan tekanan di dalam otak dapat dikurangi. Tindakan cepat dalam kedua jenis stroke ini sangat berpengaruh terhadap peluang pemulihan pasien.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU