Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi bahwa dana milik Pemprov DKI yang mengendap di bank daerah mencapai Rp 14,6 triliun.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Ia menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk membayar berbagai kewajiban dan proyek-proyek yang mendesak di akhir tahun ini.
Konfirmasi dan Rencana Penggunaan Dana
Dalam kunjungannya di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Pramono menegaskan, 'Seperti yang disampaikan Pak Menteri Keuangan, Pak Purbaya, memang ada dana Rp 14,6 triliun yang dimiliki Pemda DKI di Bank Jakarta.'
Ia menjelaskan bahwa dana yang tersimpan bukanlah dana nganggur, melainkan bagian dari perencanaan kas daerah yang sudah dijadwalkan penggunaannya.
Pramono menekankan pentingnya dana ini untuk membayar proyek pembangunan dan layanan publik yang akan rampung dalam dua bulan ke depan.
Pemprov DKI juga telah meminta Kementerian Keuangan untuk mempercepat transfer tambahan senilai Rp 10 triliun guna mendukung belanja daerah yang meningkat menjelang akhir tahun.
Kinerja Pendapatan Daerah
Menurut Pramono, kinerja pendapatan daerah Jakarta masih solid dengan realisasi pajak daerah yang memenuhi bahkan melampaui target yang telah ditentukan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Hal ini mencerminkan keadaan ekonomi yang sehat di Ibu Kota, meskipun realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga kuartal III/2025 mengalami keterlambatan yang signifikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti bahwa rendahnya serapan tersebut menyebabkan simpanan uang Pemda yang nganggur di bank mencapai Rp 234 triliun.
Ia menegaskan bahwa meskipun aliran dana dari pemerintah pusat cepat, eksekusi di daerah masih perlu perbaikan agar dapat dipergunakan secara optimal.
Pentingnya Percepatan Eksekusi Anggaran
Dari daftar 15 pemda dengan simpanan tertinggi, DKI Jakarta menempati posisi puncak dengan dana mengendap Rp 14,6 triliun, diikuti oleh Jawa Timur dan kota lainnya.
Pramono menegaskan bahwa semua dana yang tersimpan sudah dijadwalkan untuk alokasi yang tepat, sehingga eksekusi anggaran menjadi penting untuk pertumbuhan daerah.
'Jadi tidak ada yang ditahan, semua sudah dijadwalkan penggunaannya,' tambahnya.
Melihat kondisi ini, wajar jika pemerintah daerah diharapkan lebih proaktif dalam merencanakan dan melaksanakan proyek agar mendapatkan manfaat maksimal dari dana yang tersedia.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: