Federasi Sepakbola Thailand (FAT) mengejutkan banyak pihak dengan pengumuman pemecatan Masatada Ishii sebagai pelatih tim nasional. Keputusan ini datang setelah beberapa performa yang menjanjikan dalam kualifikasi Piala Asia 2027.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
FAT menyampaikan terima kasih kepada Ishii atas dedikasi dan kerja kerasnya, meski keputusan tersebut menimbulkan berbagai reaksi dari penggemar dan analis sepakbola.
Sejarah Singkat Kepelatihan Masatada Ishii
Masatada Ishii mulai menjabat sebagai pelatih tim nasional Thailand pada tahun 2023, menggantikan Mano Polking. Selama kepemimpinannya, ia mencatatkan rekor 30 pertandingan dengan 16 kemenangan, 6 imbang, dan 8 kekalahan.
Meskipun pertandingan debutnya tidak berjalan baik dengan kekalahan telak 0-5 melawan Jepang, Ishii berhasil membawa tim nasional menunjukkan peningkatan di Piala Asia 2023, di mana mereka meraih hasil imbang dan kemenangan meski tersingkir di babak 16 besar.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Reaksi terhadap Pemecatan Ishii
Berita tentang pemecatan Ishii menjadi topik hangat di kalangan penggemar dan analis, terutama setelah timnas baru saja meraih kemenangan 2-0 dan 6-1 atas Taiwan dalam fase kualifikasi. Kinerja gemilang tersebut tidak cukup untuk menjamin posisi Ishii.
FAT dalam pernyataan resminya menyebutkan, 'Kami ingin berterima kasih kepada Masatada Ishii atas kerja keras dan kontribusinya kepada tim nasional Thailand.' Namun, reaksi beragam muncul mengingat keputusannya dianggap tiba-tiba.
Langkah Selanjutnya untuk Timnas Thailand
Kini, FAT sedang berupaya keras untuk menemukan pelatih pengganti menjelang jadwal pertandingan internasional yang sudah dekat. Pertandingan uji coba pertama setelah pemecatan akan berlangsung melawan Singapura pada 13 November, dilanjutkan dengan kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Sri Lanka pada 18 November.
Komite Teknis FAT menekankan pentingnya segera menemukan pelatih baru agar tim bisa mempersiapkan diri dengan baik. Ini dianggap sebagai langkah penting dalam merestart perjalanan tim untuk mencapai prestasi yang lebih baik.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: