Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 11:25 WIB

Peluang Penurunan BI Rate untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Author

Peluang Penurunan BI Rate untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan perlunya menurunkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 3,5% untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan

Langkah ini sangat bergantung pada kemampuan untuk menjaga inflasi tetap sesuai target di kisaran 2,5%.

Dorongan Penurunan BI Rate

Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, sudah saatnya Bank Indonesia mengatur suku bunga acuan ke level yang lebih rendah. Pada rapat dewan gubernur yang berlangsung pada 17 September 2025, BI Rate tercatat masih di level 4,75%.

Dalam pandangannya, 'Kalau inflasi bisa terus-terusan 2,5%, BI harus dipaksa, pelan-pelan akan bisa dipaksa menurunkan suku bunga acuannya ke 3,5%.' Dengan penurunan ini, bunga pinjaman diharapkan bisa turun menjadi 7% atau lebih rendah.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Upaya Pengendalian Inflasi

Pemerintah saat ini sedang melakukan upaya pengendalian inflasi melalui Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Purbaya menekankan bahwa fokus utama adalah agar BI dapat mempertahankan suku bunga yang rendah.

Ia menjelaskan bahwa, 'Kebijakan utama bank sentral adalah inflation targeting regime', di mana bunga diatur berdasarkan data inflasi. Ini bertujuan agar bunga pinjaman dapat mendukung pertumbuhan ekonomi secara optimal.

Persaingan Ekonomi dengan Negara Lain

Purbaya juga mengekspresikan kekhawatirannya mengenai tingginya tingkat bunga pinjaman di Indonesia jika dibandingkan dengan negara tetangga. Ia berkomentar, 'Karena pemerintah waktu itu enggak bisa mengendalikan bank sentral, jadi cara kita kendalikan bank sentral adalah mengendalikan inflasi ini.'

Ia menekankan bahwa penurunan suku bunga sangat penting agar perusahaan-perusahaan Indonesia bisa bersaing dengan lebih baik di pasar global, terutama ketika tingkat bunga di negara seperti Malaysia lebih rendah.

Baca juga: Liburan Sendirian di Kota-Kota Terbaik Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU