Institut Kesenian Jakarta (IKJ) direncanakan pindah dari Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, sebagai bagian dari revitalisasi kawasan bersejarah tersebut.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa langkah ini bertujuan menghidupkan kembali Kota Tua sebagai pusat seni, budaya, dan pariwisata.
Revitalisasi Kawasan Kota Tua
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rencana tersebut setelah meninjau Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) dalam konteks revitalisasi Kota Tua.
Pramono menggarisbawahi pentingnya kehadiran seniman dari IKJ untuk menggairahkan kreativitas dan kegiatan seni di kawasan tersebut.
"Secara prinsip kenapa IKJ kita pindahkan, karena tempat yang heritage seperti ini memerlukan banyak talenta seniman yang secara langsung bisa berpanggung di sini," ujarnya.
Revitalisasi ini diharapkan dapat menjadikan Kota Tua tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga pusat inovasi kreatif.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Sejarah Institut Kesenian Jakarta
Sejarah IKJ tak bisa dipisahkan dari pendirian Taman Ismail Marzuki (TIM), yang merupakan inisiatif Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pelopor modernisasi ibu kota.
Pembangunan TIM pada tahun 1968 merupakan respons terhadap kebutuhan masyarakat akan pusat seni yang dapat menampung ekspresi budaya.
"Dari dinamika di PKJ TIM itulah muncul gagasan untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi seni di Jakarta," demikian bunyi kutipan dari laman IKJ.
Kehadiran lembaga pendidikan ini dimaksudkan untuk mencetak generasi seniman muda dengan landasan ilmu yang kuat dan terstruktur.
Perkembangan dan Identitas Institusi
Pada 26 Juni 1970, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan No. Cb.14/4/6/70 yang mengarah pada pendirian Lembaga Pendidikan Kesenian Djakarta (LPKD) yang memayungi enam akademi seni.
LPKD kemudian diubah menjadi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tahun 1981, sebagai upaya memenuhi standar pendidikan tinggi di Indonesia.
Kampus IKJ di TIM menjadi yang pertama di Indonesia yang mengajarkan seluruh cabang seni di bawah satu atap, memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan seni dan budaya di Jakarta.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: