Varian baru virus influenza yang dikenal dengan Influenza D Virus (IDV) telah terdeteksi di China, memicu kekhawatiran di kalangan ahli kesehatan akan potensi terjadinya pandemi baru.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Penelitian terkini menunjukkan bahwa IDV dapat menular dari hewan ke manusia, dengan kemungkinan penularan antar manusia yang semakin meningkat.
Deteksi dan Penyebaran Influenza D Virus
IDV pertama kali diidentifikasi pada tahun 2011 di Oklahoma, A.S., di mana virus ini terdeteksi pada seekor babi yang menunjukkan gejala mirip flu.
Sejak saat itu, sapi menjadi inang utama virus, menambah risiko penularan kepada pekerja peternakan.
Peneliti yang dipimpin oleh Hongbo Bao dari Changchun Veterinary Research Institute mengungkapkan bahwa IDV telah menyebar ke Eropa, Amerika Utara dan Selatan, Asia, serta Afrika.
Beberapa jenis hewan lain yang juga terinfeksi termasuk kambing, domba, kuda, unta, dan anjing.
Risiko Penularan ke Manusia
Pada tahun 2023, tim peneliti mengidentifikasi varian D/HY11 pada sapi di Timur Laut China, di mana uji laboratorium menunjukkan kemampuan virus ini untuk bereplikasi dan menular baik melalui udara maupun kontak langsung antarhewan.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana
Analisis darah menyebutkan bahwa 74 persen populasi di China Timur Laut telah terpapar virus, angka ini meningkat hingga 97 persen pada mereka yang memiliki gejala pernapasan.
Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan penularan antar manusia.
Peneliti berkomentar, "Kemungkinan besar wabah IDV telah berkembang menjadi masalah berkelanjutan bagi ternak dan manusia."
Efektivitas Obat Antiviral dan Kekhawatiran Masa Depan
Penelitian menunjukkan bahwa virus ini dapat menyebar melalui udara antara hewan yang terinfeksi dan yang sehat, memunculkan kekhawatiran lebih lanjut.
Beberapa obat antivirus generasi baru, seperti baloxavir, terbukti lebih efektif dalam melawan varian ini.
Namun, virus IDV menunjukkan resistensi terhadap banyak obat flu konvensional yang biasa digunakan.
Kementerian Kesehatan di seluruh dunia diingatkan akan pentingnya pengujian rutin IDV yang saat ini belum dilakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: