Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan momen tegang dan lucu ketika ia hampir diminta melakukan push up oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini terjadi akibat keterlambatan Purbaya dalam menghadiri penyerahan uang pengganti kerugian negara di Kejaksaan Agung.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Acara tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam menanggulangi kasus korupsi yang melibatkan ekspor crude palm oil (CPO) dengan total kerugian mencapai Rp 13 triliun.
Momen Keterlambatan Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan bagaimana ia merasa panik saat berusaha mencapai rapat terbatas di Istana Negara. Keterlambatan tersebut membuatnya cemas, terutama mempertimbangkan reaksi yang mungkin muncul dari Presiden Prabowo.
Dalam perjalanan menuju mobil, Purbaya menyatakan, "Mau ke Istana, tadi hampir disuruh push up gua tuh. Push up kamu! waduh, gua udah mau gini. Nanti terlambat lagi ya," ungkapnya dengan nada humoris meski situasinya cukup serius.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Agenda Penyerahan Uang Korupsi
Penyerahan tersebut diadakan oleh Kejaksaan Agung dengan total uang yang disita dari kasus korupsi senilai Rp 13 triliun. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh Menteri Keuangan, tetapi juga Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Presiden Prabowo dalam acara tersebut menjelaskan, "Kejaksaan sebagai bagian dari pemerintahan Indonesia, memperlihatkan dan membuktikan kepada rakyat, kerja keras, kerja yang gigih, kerja yang berani, sehingga bisa membantu negara menyelamatkan kekayaan."
Implikasi dari Acara Ini
Acara ini menandai langkah proaktif pemerintah dalam penegakan hukum dengan harapan memberikan efek jera pada pelaku korupsi di Indonesia. Penyerahan uang besar ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi dan pemerintah.
Dengan aksi nyata ini, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk menciptakan keadilan dan memperbaiki citra di mata publik. Upaya ini diharapkan dapat menjadikan contoh bagi penegakan hukum yang lebih baik ke depannya.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: