Kasus bunuh diri yang melibatkan mahasiswa Universitas Udayana, berinisial TAS, memunculkan sejumlah fakta signifikan terkait perilaku bullying di lingkungan kampus.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Korban tidak menerima dukungan yang layak, bahkan mengalami perlakuan buruk dari rekan-rekannya setelah kepergiannya.
Detail Kejadian Bunuh Diri
Menurut keterangan pihak kepolisian, TAS melompat dari lantai empat Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada Rabu, 15 Oktober 2025, yang dibenarkan oleh saksi mata berinisial NKGA.
Kompol I Ketut Sukadi menjelaskan, "Kurang lebih 15 menit kemudian datang korban dari arah pintu lift, dengan posisi menggendong tas ransel dan memakai baju putih."
Usai melompat, TAS dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Ngoerah, namun sayangnya dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan parah.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Masalah Kesehatan Mental Akibat Bullying
Wakil Dekan III FISIP Unud, I Made Anom Wiranata, mengungkapkan bahwa TAS memiliki riwayat masalah kesehatan mental semenjak di bangku Sekolah Menengah Pertama.
Meskipun pernah menjalani penanganan psikologi, terapi tersebut tak dilanjutkan saat dirinya memasuki perguruan tinggi. Anom menjelaskan, "Lalu sampai dengan SMA, yang bersangkutan menolak untuk mendapat terapi lanjutan ketika masuk ke Udayana."
Dukungan mental yang minim dan tindakan bullying yang dialaminya dari sejumlah mahasiswa, seperti ejekan fisik, berkontribusi pada penurunan kondisi mental TAS.
Sanksi Terhadap Pelaku Bullying
Sebagai langkah responsif terhadap bullying, Universitas Udayana menjatuhkan sanksi kepada pelaku berupa pengurangan nilai soft skill selama satu semester.
Anom menegaskan, "Saya akan menulis surat kepada yang bersangkutan agar diberikan sanksi pengurangan nilai soft skill dan itu hanya terbatas pada satu semester."
Selain itu, universitas juga merekomendasikan para pelaku untuk mengajukan permohonan maaf formal sebagai upaya perbaikan situasi.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: