Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 16:02 WIB

Program Makan Bergizi Gratis: Harapan dan Tantangan untuk 10 Tahun ke Depan

Author

Program Makan Bergizi Gratis: Harapan dan Tantangan untuk 10 Tahun ke Depan

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pandjaitan mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berlangsung setidaknya selama satu dekade ke depan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara resmi di Jakarta Selatan, di mana ia menekankan pentingnya program ini meskipun ada beberapa tantangan dalam pelaksanaannya.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Luhut percaya bahwa MBG tidak hanya akan membantu individu mendapatkan asupan gizi yang baik, tetapi juga akan mendorong pengembangan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia. Dia menegaskan, "Menurut saya harus dipelihara terus makan bergizi ini, mungkin paling tidak 10 tahun."

Dukungan dan Evaluasi Jangka Panjang

Dalam pernyataan yang disampaikan pada 16 Oktober 2025, Luhut menjelaskan pentingnya pelaksanaan MBG selama sepuluh tahun. Ia menunjukkan bahwa meskipun program ini masih memiliki banyak kekurangan, potensi manfaatnya bisa membawa perubahan yang signifikan dalam mengurangi angka kemiskinan.

Luhut juga mengisahkan bahwa program ini diperkenalkan kepada Menteri Perdagangan Amerika Serikat, yang memahami dan mendukung inisiatif tersebut. Dengan adanya dukungan internasional, Luhut mengharapkan kontribusi nyata program ini terhadap ekonomi lokal.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa

Perbaikan Pelaksanaan dan Penguatan Organisasi

Luhut mengakui bahwa beberapa aspek dalam pelaksanaan MBG perlu diperbaiki. Ia menegaskan perlunya Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengelola anggaran dengan lebih baik, mengingat anggaran MBG yang totalnya mencapai Rp171 triliun.

Ia menganalogikan anggaran ini dengan anggaran untuk TNI yang hanya sedikit lebih tinggi, menunjukkan prioritas yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan program sosial seperti MBG.

Anggaran dan Proyeksi ke Depan

Badan Gizi Nasional diharapkan dapat mengelola anggaran sebesar Rp171 triliun pada tahun 2025, ditambah Rp100 triliun untuk pelaksanaan program MBG. Namun, terjadi pengembalian anggaran sebesar Rp70 triliun kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang mengindikasikan adanya pengelolaan yang perlu ditingkatkan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mencatat bahwa tahun ini penyerapan anggaran belum optimal. Meski ada tantangan ini, anggaran untuk MBG pada tahun 2026 direncanakan mencapai Rp335 triliun, menunjukkan komitmen pemerintah untuk mencapai tujuan jangka panjang terkait gizi masyarakat.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU