Pantai Jurassic di lepas pantai tenggara Inggris kembali menjadi sorotan dunia dengan penemuan kerangka baru dari spesies ichthyosaurus yang langka, yang dinamai Xiphodracon goldencapensis atau 'Pedang Naga Dorset'.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Penemuan ini tidak hanya menambahkan koleksi fosil di situs Warisan Dunia UNESCO tetapi juga memberikan wawasan baru dalam pemahaman ilmiah mengenai evolusi fauna laut prasejarah.
Detail Penemuan Kerangka Ichthyosaurus
Kerangka ichthyosaurus yang ditemukan di Pantai Jurassic ini merupakan satu-satunya contoh spesiesnya dan menjadi penemuan signifikan dalam dunia ilmu paleontologi.
Ditemukan oleh kolektor fosil asal Dorset, Chris Moore, kerangka ini memiliki bentuk hampir sempurna dengan panjang sekitar 3 meter.
Bernama 'Pedang Naga Dorset', kerangka ini memiliki tengkorak dengan rongga mata besar dan moncong panjang, yang diduga digunakan untuk memangsa cumi-cumi dan ikan.
Jejak makanan terakhirnya yang terawetkan dalam fosil memberikan bukti penting bagi para peneliti mengenai kebiasaan hidup spesies tersebut.
Signifikansi Ilmiah Penemuan
Menurut Dr. Dean Lomax, ahli paleontologi yang terlibat dalam penulisan studi, penemuan ini membantu mengisi celah dalam catatan fosil terkait dengan periode Pliensbachian, sekitar 193 hingga 184 juta tahun lalu.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
"Saat itu, saya tahu kerangka itu tidak biasa, tetapi saya tidak menyangka kerangka itu akan memainkan peran penting dalam membantu mengisi celah pemahaman kita tentang pergantian fauna yang kompleks selama periode Pliensbachian," ujarnya.
Ichthyosaurus dari periode Pliensbachian sangat jarang ditemukan, sehingga Xiphodracon memberikan bukti berharga bagi ilmuwan yang meneliti masa kritis dalam evolusi ichthyosaurus.
Penemuan ini pun memberikan informasi baru yang signifikan, termasuk mengenai struktur tulang aneh di sekitar lubang hidung spesies ini.
Pameran di Royal Ontario Museum
Sebagai langkah selanjutnya, Royal Ontario Museum di Toronto, Kanada, merencanakan untuk memamerkan kerangka bersejarah ini kepada publik.
Hal ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait dengan sejarah dan perkembangan fauna prasejarah.
Dr. Lomax juga menyampaikan bahwa memberikan nama untuk spesies baru adalah salah satu aspek paling menarik dalam penelitian.
"Kami memilih Xiphodracon karena moncongnya yang panjang dan seperti pedang," jelasnya, merujuk pada etimologi nama spesies yang menggabungkan kata Yunani untuk 'pedang' dan 'naga'.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: