Jumat, 10 OKTOBER 2025 • 16:30 WIB

PT Freeport Indonesia Setujui Pelepasan 12% Saham ke Pemerintah

Author

PT Freeport Indonesia Setujui Pelepasan 12% Saham ke Pemerintah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa PT Freeport Indonesia telah sepakat untuk melepaskan sebesar 12% saham kepada pemerintah Indonesia.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Diskusi mengenai kesepakatan sudah memperoleh paraf, meskipun harga penambahan saham tersebut belum diumumkan, detail kontrak akan diinformasikan setelah perpanjangan izin usaha pertambangan.

Proses Negosiasi dan Persetujuan

Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pembahasan mengenai perpanjangan kontrak operasi PT Freeport Indonesia saat ini masih berjalan. Proses ini memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua terlibat dalam mengakomodasi semua kepentingan regional.

Pemerintah berkomitmen untuk memberikan perpanjangan kepada PT Freeport hingga masa umur cadangan tambang. "Karena memang undang-undang kita kan pengelolaan tambang yang langsung berbasis smelter kan sampai dengan cadangan selesai," tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penambahan saham 12% tidak akan membebani keuangan negara, karena biaya pemerintah untuk langkah ini tidak terlalu besar.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat

Persetujuan dari Badan Pengelola Investasi

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa pemerintah sudah menyepakati penambahan saham 12% di PT Freeport Indonesia. Negosiasi kini berada pada tahap finalisasi dengan kesepakatan prinsip yang sudah dicapai.

"Semua kesepakatannya sudah kita secure, boleh dibilang sudah semuanya selesai ya dan sekarang tinggal melihat draft dari detailnya saja tetapi kesempatan prinsipnya itu sudah tercapai," ungkap Rosan.

Dengan penambahan saham ini, Indonesia akan memiliki total 63% saham di PT Freeport Indonesia, yang sebelumnya dikuasai oleh MIND ID sebesar 51%.

Impak terhadap Sektor Pertambangan

Penambahan saham ini diharapkan dapat meningkatkan kontrol pemerintah terhadap operasi tambang. Namun, Rosan tidak mengungkapkan alasan di balik kemungkinan penerimaan 12% saham secara gratis.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat pengelolaan sumber daya alam di Indonesia dan meningkatkan pendapatan negara dari sektor pertambangan sambil tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Pemerintah optimis bahwa dengan tambahan saham, keberlangsungan operasional dan investasi di sektor pertambangan akan berjalan lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU