Jumat, 10 OKTOBER 2025 • 16:14 WIB

Hujan Meteor Orionid: Fenomena Menakjubkan yang Akan Terjadi pada 21 Oktober 2025

Author

Hujan Meteor Orionid: Fenomena Menakjubkan yang Akan Terjadi pada 21 Oktober 2025

Hujan meteor orionid diperkirakan akan memukau pengamat langit pada 21 Oktober 2025 mendatang. Fenomena ini akan menyajikan pemandangan menakjubkan di malam hari dengan kilau cahaya meteor yang mirip bintang jatuh.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Tembakan Gas Air Mata dan Provokasi di Depan Kampus

Meteor orionid terbentuk oleh debu dari Komet Halley yang memasuki atmosfer Bumi dan terbakar, menciptakan efek visual yang memukau. Puncak hujan meteor ini diperkirakan akan memberikan kesempatan untuk melihat sekitar 20 meteor per jam.

Apa Itu Hujan Meteor Orionid?

Hujan meteor orionid berasal dari partikel debu yang ditinggalkan oleh Komet Halley. Nama 'orionid' sendiri diambil dari konstelasi Orion yang menjadi titik asal meteor ini, meskipun meteor dapat muncul dari berbagai arah di langit.

Meteor orionid dikenal sebagai salah satu meteor tercepat, bergerak dengan kecepatan sekitar 66 kilometer per detik. Selain kecepatannya, meteor ini juga terkenal terang dan sering meninggalkan jejak gas terionisasi yang bisa bertahan selama beberapa detik.

Fenomena ini berlangsung dari 26 September sampai 22 November 2025, dengan puncaknya pada 21 Oktober. Ini memberikan kesempatan bagi pengamat untuk menikmati keindahan spektakuler langit malam.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Asal Usul dan Proses Terjadinya

Hujan meteor orionid terjadi ketika Bumi melintasi kumpulan partikel debu dari Komet Halley. Saat partikel-partikel ini memasuki atmosfer, mereka terbakar dan menciptakan cahaya yang terlihat seperti meteor jatuh.

Komet Halley mengelilingi Matahari dengan periode sekitar 76 tahun, meninggalkan partikel debu dari intinya. Setiap akhir bulan Oktober, Bumi melewati sisa-sisa tersebut, sehingga hujan meteor orionid muncul setiap tahunnya.

Komet Halley terakhir kali mendekat ke Bumi pada tahun 1986 dan diharapkan kembali pada tahun 2061. Walaupun begitu, orbit debu dari komet ini tetap dapat disaksikan secara tahunan.

Tips Mengamati Hujan Meteor

Bagi yang ingin menikmati puncak hujan meteor orionid, waktu terbaik untuk melihatnya adalah antara tengah malam dan pukul 2 pagi. Untuk pengalaman terbaik, disarankan untuk mencari lokasi yang gelap dan jauh dari cahaya kota setelah matahari terbenam.

Dengan fase bulan baru di bulan Oktober, langit diprediksi akan lebih gelap, memudahkan pengamat untuk melihat meteornya dengan jelas. Pilihlah tempat yang nyaman agar dapat menikmati momen indah ini tanpa gangguan.

Saksikanlah keindahan alam saat meteor-meteor ini meluncur di langit malam dan nikmati keajaiban fenomena yang jarang terjadi ini.

Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU