Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan kunjungan ke Syehlendra Haical Aditya, santri yang terjebak di reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny. Kunjungan ini dilakukan di RSUD R.T Notopuro, Sidoarjo, Jawa Timur, untuk menunjukkan perhatian pemerintah terhadap korban.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul membawa salam dari Presiden dan menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai kementerian untuk membantu pemulihan Haical. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan santri yang mengalami amputasi kaki.
Kunjungan dan Semangat bagi Santri
Gus Ipul merasa bersyukur dapat menjenguk Haical yang telah dievakuasi setelah terjebak selama dua hari di bawah reruntuhan. "Saya bisa menjenguk kembali Haical, di mana pada waktu itu hari ke-3, hari Rabu, tepatnya saya pas bersama Ibu Kadinsos Provinsi, Pak Wagup, dan Kepala Basarnas melihat secara langsung evakuasi terhadap Haical ini," jelasnya.
Haical, kini menghadapi tantangan baru setelah mengalami amputasi, mendapatkan semangat dari Gus Ipul. "Kamu dapat salam dari presiden, presiden memberikan perhatian, memberikan atensi, makanya yang kerja keroyokan dari berbagai kementerian, untuk mendukung Haical supaya cepat sehat," ungkap Gus Ipul.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Proses Penanganan Korban
Gus Ipul menjelaskan proses penanganan korban meliputi tiga tahap penting: evakuasi, kedaruratan, dan rehabilitasi. "Pertama adalah tahap evakuasi dan kedaruratan, saya ingin berterima kasih juga tim evakuasi, Basarnas, BNPB, Kepolisian, TNI telah bekerja dengan baik pada masa-masa evakuasi dan masa-masa kedaruratan," paparnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan korban. "Kemensos terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan penguatan kepada para korban," jelasnya, menyoroti dukungan bagi keluarga yang menunggu proses identifikasi.
Kondisi Korban dan Upaya Pemberdayaan
Kondisi para korban, baik yang luka ringan maupun berat, mendapat perhatian khusus. Data terbaru mencatat sekitar 74 korban luka ringan, 24 luka berat, dan 63 orang meninggal akibat insiden tersebut. Gus Ipul menekankan pentingnya rehabilitasi medis dan sosial bagi korban.
Pemerintah juga akan memberikan perlindungan sosial serta jaminan untuk keluarga korban. Gus Ipul menyatakan, "Kita akan mendampingi keluarga terutama bagi keluarga yang putranya itu cukup mengalami luka berat sampai ada amputasi atau juga luka-luka lain yang memang memerlukan pendampingan sampai nanti tentu pemberdayaan."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: