Ancaman Bom Terhadap Sekolah Internasional di Jakarta dan Tangerang: Investigasi dan Tindakan Polisi
Tiga sekolah internasional di Tangerang Selatan dan Jakarta Utara mengalami teror berupa ancaman bom melalui pesan WhatsApp. Modus ancaman ini dilancarkan oleh pelaku menggunakan nomor telepon dari Nigeria.
Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Sekolah-sekolah yang menjadi target termasuk Jakarta Nanyang School, Mentari Intercultural School, dan North Jakarta Intercultural School. Dalam pesan tersebut, pelaku meminta tebusan sebesar USD 30 ribu dalam bentuk cryptocurrency.
Detail Ancaman Teror di Sekolah Internasional
Pesan yang diterima oleh ketiga sekolah itu menunjukkan kesamaan di dalam isi dan format. Pelaku mengklaim telah memasang bom dan memberi waktu 45 menit untuk membayar tebusan yang diminta.
'Pesan ini untuk semua orang, kita telah memasang bom di sekolah kalian. Bom tersebut akan meledak dalam 45 menit. Bila kamu tidak setuju untuk membayar kami senilai USD 30.000 ke alamat bitcoin kami,' ungkap pelaku dalam pesan yang berhasil ditangkap layar.
Ancaman tersebut termasuk pernyataan tegas bahwa jika tebusan tidak dibayarkan, bom akan diledakkan. 'Bila kamu tidak mengirimkan uang tersebut, kami akan segera meledakkan perangkat itu. Telepon polisi kami akan meledakkan perangkat di tempat itu,' tambahnya.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Tindakan Kepolisian dan Hasil Sterilisasi
Kepolisian setempat segera melakukan tindakan responsif setelah menerima laporan ancaman. Kompol Seto Handoko, Kapolsek Kelapa Gading, mengonfirmasi bahwa nomor yang digunakan untuk mengirim pesan adalah nomor luar negeri dari Nigeria.
Jajaran kepolisian dari Polres Tangsel dan Polsek Kelapa Gading mengadakan sterilisasi di lokasi ketiga sekolah tersebut menggunakan tim penjinak bom. 'Pujian Tuhan, hasilnya juga tidak ditemukan bahan peledak atau bom dan sejenisnya,' jelas AKBP Victor Inkiriwang, Kapolres Tangsel.
Sterilisasi yang dilakukan di North Jakarta Intercultural School juga menghasilkan laporan serupa, dengan tidak adanya bom ditemukan dalam pengecekan.
Pelacakan dan Hasil Investigasi Terhadap Permintaan Tebusan
Polsek Kelapa Gading telah menjalin komunikasi dengan asosiasi terkait cryptocurrency untuk membahas wallet address yang diminta pelaku. Hasil investigasi menunjukkan bahwa wallet address tersebut tidak valid dan tidak terdaftar di bursa kripto di Indonesia.
'Hasil koordinasi dengan Pak Mohammad Naufal Alvira selaku Vice Chairman of Crypto Asset menunjukkan bahwa wallet address yang dimaksud tidak ditemukan,' ungkap Kompol Seto.
Dengan demikian, upaya pelacakan terhadap aliran dana yang diminta oleh peneror tidak membuahkan hasil, mengindikasikan bahwa ancaman tersebut mungkin tidak terorganisir dengan baik.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: