Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 10:21 WIB

Tragedi Ambruknya Gedung Pondok Pesantren Al Khoziny: Empat Santri Tewas, Keluarga Desak Pertanggungjawaban

Author

Tragedi Ambruknya Gedung Pondok Pesantren Al Khoziny: Empat Santri Tewas, Keluarga Desak Pertanggungjawaban

Empat santri tewas dalam tragedi ambruknya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Keluarga korban mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki dan menuntut pertanggungjawaban hukum atas kejadian tersebut.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz

Tragedi ini terjadi pada 29 September, dan satu di antara paman korban, Fauzi, mengungkapkan rasa keprihatinan dan menyatakan pentingnya keamanan bangunan di pesantren.

Kronologi Kejadian dan Dampak Bencana

Tragedi ambruknya gedung terjadi pada 29 September dengan empat santri yang meninggal dunia. Fauzi, paman dari empat korban, menyampaikan bahwa anaknya selamat dari insiden tersebut karena berada di area yang tidak terdampak.

Dia menjelaskan bahwa ia telah berkonsultasi dan mendapatkan penilaian dari ahli mengenai kondisi konstruksi gedung yang tidak layak dan tidak memenuhi standar. 'Dilihat dari konstruksinya memang tidak standar untuk pembangunan,' tambah Fauzi.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens

Permintaan Pertanggungjawaban Hukum

Fauzi meminta agar semua pihak yang terkait, termasuk pengurus ponpes dan kiai, untuk diproses secara hukum. Ia menekankan bahwa dalam hukum, 'tidak ada yang kebal,' termasuk mereka yang memiliki status sosial tinggi.

Fauzi juga menyoroti dugaan adanya eksploitasi anak, di mana santri ikut terlibat dalam proses pembangunan. 'Nanti bukan tidak mungkin ada eksploitasi anak di sana,' ungkap Fauzi, menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Tanggapan Keluarga Korban Lainnya

Keluarga korban lainnya, Muhammad Ma'ruf, yang merupakan ayah dari santri berusia 13 tahun, menganggap kejadian tersebut sebagai takdir. 'Kami nitipkan di pondok ini dengan tujuan agar anak kami kenal dengan Tuhannya,' ucap Ma'ruf, menunjukkan penerimaan atas musibah yang terjadi.

Sementara itu, KH Abdus Salam Mujib, pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, menganggap peristiwa tersebut sebagai bagian dari takdir Tuhan dan meminta semua pihak untuk bersabar. 'Ya saya kira ini takdir dari Allah, jadi semuanya harus bisa bersabar,' kata Mujib.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU