Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, atau akrab disapa Cak Imin, mengungkap bahwa Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami ambruk yang tragis, menewaskan 67 orang.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Ia menegaskan bahwa banyak pesantren berusia tua terabaikan dalam hal perencanaan, dan ini sering kali disebabkan oleh keterbatasan anggaran.
Kondisi Terkini dan Tindakan Pemerintah
Cak Imin menyatakan bahwa pondok pesantren berusia tua biasanya tidak lagi memenuhi standar infrastruktur yang aman, sehingga lebih rentan terhadap insiden seperti ambruk.
Ia berkomitmen untuk mengevaluasi kondisi pesantren berusia lebih dari 100 tahun serta mengumpulkan data yang diperlukan untuk pencegahan.
Langkah ini menjadi cerminan perhatian pemerintah terhadap keamanan pendidikan agama, khususnya di lembaga yang sudah berusia sangat tua.
Proses penyelamatan pondok pesantren yang berisiko akan melibatkan kerjasama antara Kementerian Agama dan berbagai kementerian terkait.
Pentingnya Pendataan dan Prioritas Penanganan
Cak Imin menjelaskan bahwa saat ini terdapat 344.130 pondok pesantren di Indonesia, dengan total santri mencapai 9,8 juta.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Ia menggarisbawahi pentingnya pendataan yang sistematis untuk mengidentifikasi pesantren-pesantren tua yang rawan ambruk.
Dengan kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan, diharapkan pemerintah memberikan perhatian lebih pada infrastruktur yang memadai.
Prioritas penanganan akan diberikan kepada pesantren yang sudah berumur dan dalam kondisi bangunan yang sangat mendesak untuk direnovasi.
Evaluasi Ke Depan dan Upaya Perbaikan
Menghadapi tantangan ini, Cak Imin menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Ia menegaskan, 'Kita akan prioritaskan pesantren-pesantren yang memang sangat rawan dan sangat tua usianya,' menunjukkan komitmen pemerintah dalam perbaikan infrastruktur pendidikan.
Dengan langkah terencana, diharapkan kejadian serupa tidak akan terjadi lagi, dan keamanan santri di pondok pesantren dapat terjamin.
Dalam kolaborasi dengan Menteri Agama, Cak Imin menegaskan tekad untuk segera melakukan tindakan yang diperlukan seoptimal mungkin.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: